AYOJAKARTA.COM - Sudah lebih dari sepekan pasca kejadian kericuhan di stadion Kanjuruhan Malang.
Seperti yang kita ketahui kejadian yang menimbulkan banyak korban meninggal tersebut meninggalkan duka mendalam utamanya bagi sepak bola Indonesia.
Bahkan korban jiwa yang meninggal diinformasikan mencapai lebih dari 125 jiwa yang terdiri dari orang dewasa dan juga anak-anak.
Kasus tragedi stadion Kanjuruhan ini juga masih terus didalami oleh pihak kepolisian.
Bagaimana tragedi naas ini bisa terjadi sampai apa penyebab banyaknya korban jiwa yang berjatuhan masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian.
Pihak kepolisian sendiri telah menentukan 6 orang yang dijadikan tersangka dalam tragedi stadion Kanjuruhan.
Baca Juga: Minta Maaf Atas Tragedi Kanjuruhan, Polresta Malang Lakukan Aksi Sujud Massal
Diketahui gas air mata yang disemprotkan oleh aparat keamanan menjadi pemicu banyaknya korban yang berjatuhan.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube TvOneNews pada Rabu (12/10/2022), menanggapi hal tersebut Irjen Purna Aryanto Sutadi selaku Penasihat Kapolri buka suara.
Irjen Purna Aryanto Sutadi sempat menuturkan bahwa gas air mata tidak mematikan dan sifatnya hanya melukai.
“Kalau saya menanggapi gini ya itu kan yang diceritakan bahwa gas air mata itu tidak mematikan itu memang betul.” ujar Aryanto kepada Tv One.
“Karena kan gas airmata itu cuma melukai ya cuman penggunaan gas air mata itu sebetulnya ditujukkan untuk kepada para pelaku yang anarkis dan itu untuk menghentikan.” imbuhnya.
Aryanto Sutadi juga menuturkan jika gas air mata bukan satu-satunya penyebab banyaknya korban meninggal, “Jadi di Kanjuruhan ini penyebab banyaknya orang yang meninggal bukan karena gas air mata benar.”
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Polri Tegas Sebut Tidak Ada Ahli yang Berpendapat Bahwa Gas Air Mata Mematikan
Lebih lanjut ia menambahkan, “Tetapi yang menimbulkan banyak orang meninggal karena orang itu tergencet-gencet kan tadinya mau lari kemudian lewat pintunya sempit dan tergencet-gencet.”
Atas hal itu menurut Aryanto Sutadio penyebab langsung banyaknya korban jiwa adalah penyemprotan gas air mata yang juga dibarengi dengan kondisi gerbang yang tertutup.
“Penyebab langsung ya itu tadi karena ada tembakan ke tribun dibarengi pintu ditutup dan pas itu terjadi pada waktu peak hours itu penyebab langsungnya itu gitu.” jelas mantan jendral tersebut.
Baca Juga: Kak Seto Disindir Netizen Gara-gara Bela Anak Ferdy Sambo Dibanding Anak Korban Tragedi Kanjuruhan
Menurut Aryanto yang seharusnya didalami oleh pihak kepolisian adalah oknum yang memerintahkan penembakan gas air mata tersebut.
“Dalam kasus ini yang mesti didalami adalah siapa yang menyuruh menembakkan itu gitu loh.” tutur Aryanto.
“Karena menurut saya ya kalau prajurit yang bener yang normal dia tidak akan menembakkan itu kesitu dia tahu resikonya tapi kok ini bisa terjadi.” imbuhnya.
Baca Juga: Tanggapi Insiden Kanjuruhan, Polri Sebut Gas Air Mata Tidak Mematikan
Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian hendaknya mendalami perihal pintu gerbang yang masih tertutup saat kericuhan terjadi.
“Yang kedua kenapa kok pintunya itu kok ditutup ini mestinya didalami kalau kita ingin mencari sebabnya lho ya bukan nyari siapa yang salah," pungkas Aryanto. ****