AYOJAKARTA.COM - Tragedi Kanjuruhan menyisakan tanda tanya.
Terkait tragedi mengerikan itu telah terjadi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang. Tragedi kericuhan itu terjadi usai laga derbi Jatim yang mempertemukan Arema FC VS Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) lalu.
Dalam tragedi tersebut telah menewaskan 127 orang dua diantaranya adalah Polisi. Para korban yang tewas diduga karena gas air mata yang ditembakkan oleh aparat kepolisian saat kericuhan terjadi.
Namun, hal itu ditepis oleh pihak kepolisian.
Tim AyoJakarta.Com melansir dari Twitter @DivHumas_Polri.
Para Ahli Nyatakan Gas Air Mata Tidak Mematikan. Kadiv Humas Polri, menuturkan bahwa tidak ada pendapat para ahli yang menyampaikan penggunaan gas air mata bersifat mematikan. Polri juga menjelaskan bahkan penggunaan gas air mata dalam tingkat tinggi juga tidak mematikan.
“Saya juga mengutip dari pendapat dari Prof. Made Gelgel, adalah guru besar dari Universitas Udayana, beliau ahli dibidang oksiologi atau racun. Beliau menyebutkan bahwa, termasuk dari Dr. Mas Ayu Elita, bahwa gas air mata/CS ini dalam skala tinggi pun tidak mematikan," ujar Kadiv Humas Polri saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/10).
Baca Juga: Jadwal Sidang Ferdy Sambo Cs Sudah Ditentukan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Catat tanggalnya!
Namun, unggahan tersebut mendapat respons kurang baik dari para netizen.
“Jadi yg mati ratusan itu akibat keracunan Tempe Bongkreknya min ? Karena dari mulutnya rata2 keluar buih dan warna kulit biru2 ? Ada2 aja Gas Air mata Gak mematikan,coba sama mimin rame2 di dalam ruang terkunci dan pastikan jumlah anggota sekitar 450 rb orang kita lihat hasilnya,” tulis akun @Ridwanda***.
“Terima kasih informasinya sangat bermanfaat sekali.
~salam Nb: Gas air mata tidak berbahaya,jika tidak digunakan (ditembakan),” ujar akun @didi***.
Baca Juga: Kumpulan Twibbon & Ucapan Selamat HUT Jawa Timur 77 Tahun, Ungkapan Rasa Bangga Warga Jatim
“sini satu kompi kalian, saya bantu uji coba di gedung buat 5 botol gas air mata aja. mati gak???,” tulis akun @gapaiwi***.
Selain itu, Polri baru saja mengakui gas air mata yang dipakai di tragedi kanjuruhan itu sudah kadaluwarsa. ***

Share this article
Tragedi Kanjuruhan masih menyisakan tanda tanya. Polri tegas sebut tidak ada ahli yang mengatakan gas air mata mematikan