News

PBB Desak Pemerintah Indonesia Lakukan Penyelidikan kepada Aparat hingga Memperbolehkan Media secara Independen

Oleh: Jinan Vania Barizky Selasa 02 Sep 2025, 13:19 WIB
Ilustrasi. PBB desak pemerintah Indonesia lakukan penyelidikan kepada aparat yang menangani demonstrasi. (Sumber: Pixabay | Foto: Pixabay)

AYOJAKARTA.COM - Perserikat Bangsa-Bangsa (PBB) desak pemerintah indonesia untuk melakukan penyelidikan mengenai cara aparat dalam mengantisipasi aksi demontrasi.

Hal ini disampaikan melalui Instagram resmi PBB ASIA yang diunggah pada Selasa, 2 September 2025.

Dalam video tersebut Ravina Shamdasani selaku Juru Bicara Kantor HAM PBB meminta pemerintah Indonesia untuk segera melakukan penyelidikan.

Baca Juga: Janji Presiden Prabowo Berikan Bantuan untuk Para Korban Unjuk Rasa, Ini Daftarnya

"Kami mengikuti dengan saksama rangkaian kekerasan di Indonesia dalam konteks aksi protes nasional terkait tunjangan parlemen, kebijakan penghematan, serta dugaan penggunaan kekuatan yang tidak perlu atau berlebihan oleh aparat keamanan. Kami menekankan pentingnya dialog untuk menjawab kekhawatiran publik," ujarnya.

Lebih lanjut ia menyinggung aparat keamanan Indonesia dalam menangani aksi demonstrasi

"Semua aparat keamanan, termasuk militer ketika dikerahkan untuk tugas penegakan hukum, harus mematuhi prinsip dasar penggunaan kekuatan dan senjata api oleh pejabat penegak hukum," lanjutnya

Selain itu meminta untuk pemerintah memperbolehkan media memberikan informasi secara independen.

Baca Juga: Setelah Aksi Demo yang Berujung Penjarahan dan Penyerangan, Gubernur Pramono Anung Pastikan Aktivitas Jakarta Kembali Normal

"Kami menyerukan dilakukannya investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan atas semua dugaan pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional, termasuk terkait penggunaan kekuatan

Penting juga untuk memastikan media diperbolehkan melaporkan peristiwa secara bebas dan independen," pungkasnya.

Terbaru, pihak kepolisian diketahui masuk ke wilayah kampus UNISBA dan UNPAS Bandung pada malam hari dan melemparkan gas air mata pada Senin 1 September 2025.**

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky