AYOJAKARTA.COM - Gelombang aksi unjuk rasa kembali mewarnai Jakarta dan sejumlah daerah di Indonesia pada Senin, 1 September 2025.
Ribuan masyarakat dan mahasiswa turun ke jalan membawa berbagai isu, mulai dari pelanggaran HAM, dugaan korupsi, hingga penolakan sejumlah kebijakan nasional.
Berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang sempat ricuh, demonstrasi kali ini berlangsung relatif kondusif. Ferry Irwandi, konten kreator sekaligus aktivis yang ikut hadir di lapangan, menuliskan surat terbuka melalui akun Instagram pribadinya.
“Dear aparat dan otoritas. Sampai sore ini kalian bisa lihat sendiri seluruh masyarakat dan mahasiswa menggunakan haknya dengan benar di seluruh Indonesia. Bahkan penumpang gelap (provokator), mereka sendiri yang tangkap. Padahal itu harusnya menjadi tugas kalian,” tulis Ferry.
Ia menegaskan, tidak ada niat anarkis dari massa aksi. Menurutnya, para demonstran justru berhasil menjaga ketertiban dan membuktikan bahwa aspirasi bisa disampaikan tanpa merusak fasilitas publik.
Rangkaian Aksi di Jakarta
Polres Metro Jakarta Pusat mencatat aksi terjadi di sejumlah titik, di antaranya depan Gedung DPR/MPR RI, Kemendikti Saintek, Puslapdik, Silang Selatan Monas, Sat Brimob Polda Metro Jaya, hingga kawasan Menteng dan Sawah Besar.
Baca Juga: Datftar Korban Meninggal Dalam Aksi Unjuk Rasa 28 - 31 Agustus 2025, Jangan Sampai Bertambah Lagi!
Di depan Gedung DPR, Aliansi BEM Tangerang Selatan menuntut penyelesaian kasus HAM 1998 dan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) juga menggelar aksi dengan membawa 10 tuntutan, termasuk evaluasi DPR dan reformasi kepolisian.
Sementara itu, di Monas, LBH DPD KNPI DKI Jakarta serta PMKRI menyoroti kasus kematian seorang pengemudi ojek online dan meminta pencopotan Kapolri.
Aksi lainnya dilakukan oleh Komunitas Pemantau Korupsi, Koalisi Mahasiswa Nusantara, serta Gerakan Mahasiswa Pejuang Rakyat (Gempar) dengan isu yang berbeda-beda, mulai dari dugaan korupsi distribusi beasiswa hingga penyelenggaraan haji.
Baca Juga: BNI Wujudkan Kepedulian Sosial Lewat Program Gizi dan Kesehatan Masyarakat
Kritik Ferry terhadap DPR
Dalam orasinya, Ferry menyoroti fasilitas pensiun DPR yang dinilai membebani fiskal negara. Menurutnya, jabatan politik tidak seharusnya disamakan dengan PNS yang mendapatkan hak pensiun.
Ia juga menekankan perlunya reformasi besar-besaran pada lembaga negara dan aparat penegak hukum. Ferry Irwandi mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat tetap menjaga suasana kondusif.
Ia menegaskan bahwa demonstrasi damai adalah bentuk nyata kedaulatan rakyat. “Kita semua harus mencegah jangan sampai masyarakat jadi korban kepentingan politik pihak tertentu. Kedaulatan tertinggi ada di rakyat,” ujarnya.
Dengan lancarnya aksi hari ini, publik berharap momentum ini bisa menjadi contoh bahwa penyampaian aspirasi tetap bisa berjalan damai, tegas, dan bermartabat.***
Share this article
Demonstrasi 1 September 2025 berjalan kondusif. Ferry Irwandi puji massa aksi yang damai, kirim surat terbuka untuk aparat, sekaligus kritik DPR soal hak pensiun.