AYOJAKARTA.COM - Salah satu proyek yang kini sedang menjadi sorotan ialah proyek kereta cepat whoosh Jakarta-Bandung era Presiden Joko Widodo.
Dalam keterangan resminya, Jokowi menyebutkan bahwa proek kereta cepat ini hadir untuk mengurangi kemacetan parah di Jakarta.
Ia menyebutkan akibat kemacetan parah yang terjadi, kerugian yang diterima negara mencapai Rp100 triliun per tahun.
Nah karena hal tersebut, Jokowi memikirkan solusi kemacetan Jobodetabek dan Bandung dengan adanya proyek kereta cepat.
"Nah, untuk mengatasi itu kemudian direncanakan dibangun yang namanya MRT, LRT, kereta cepat, dan sebelumnya lagi KRL," pungkasnya.
Selain itu Jokowi menyebutkan bahwa proyek moda transportasi tidak bisa dilihat hanya dalam segi laba, namun kemanfaatan bagi sosial.
Pernyataan Mahfud MD
Baru-baru ini ramai pernyataan mantan Menkopolhukam Mahfud MD yang menyebutkan adanya dugaan mark up dari proyek kereta cepat whoosh.
Dugaan mark up ini tidak secara langsung disebutkan oleh Mahfud MD, melainkan disebutkan oleh pengamat kebujakan publik Anthony Budiawan.
Sebelum itu, melalui YouTube Mahfud MD Official ia menilai proyek whoosh itu penuh dengan kejanggalan.
Mahfud menuturkan, proyek yang awalnya ditawarkan ke Jepang dengan skema antarpemerintah (G2G) justru dialihkan ke China, dengan bunga pinjaman yang jauh lebih tinggi dan pembengkakan biaya yang signifikan.
Baca Juga: Punya Harga Mirip! Perbandingan Spesifikasi Xiaomi Redmi Note 14 4G vs Samsung Galaxy A16
“Di China dengan bunga 2 persen. Tiba-tiba 2 persen pembengkakan kemudian menjadi 3,4 persen yang terjadi itu,” ujarnya.
Mahfud juga menyoroti sikap sejumlah pihak yang sejak awal menilai proyek tersebut tidak layak dijalankan, termasuk mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan pakar transportasi Agus Pambagio.
Menurut Mahfud, Jonan sempat menolak proyek tersebut karena dianggap tidak layak secara ekonomi.
“Ketika mau dipindah ke China, waktu itu Menteri Perhubungan, Pak Ignasius Jonan, menyatakan tidak setuju. ‘Ini tidak feasible’, kata Pak Jonan. Pak Jonannya dipecat, digantikan,” pungkasnya.***