News

Hadir di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Prabowo: MBG Buka 1 Juta Lapangan Kerja

Oleh: Jinan Vania Barizky Senin 02 Feb 2026, 16:42 WIB
Presiden Prabowo diketahui hadir dalam Rakornas Pemerintahan Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026. (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden | Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

AYOJAKARTA.COM - Presiden Prabowo diketahui hadir dalam Rakornas Pemerintahan Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan di Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahannya.

Prabowo menyebutkan bahwa dengan hadirnya program MBG, telah terbuka hingga 1 juta lapangan kerja.

Baca Juga: Imbauan Kasus Virus Nipah, Kemenkes: Masyarakat Jangan Konsumsi Aren Langsung dari Pohon

"Dengan kondisi sekarang, ada dapur SPPG yang sudah operasional sebanyak 22.275 dapur, dan masih dalam proses penilaian serta pengajuan sebanyak 13.829 dapur. Dengan 22 ribu dapur saja sudah menciptakan lapangan kerja 1 juta," pungkasnya, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo juga menyebutkan bahwa MBG saat ini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima dan ditargetkan meningkat menjadi 82 juta penerima hingga Desember 2026.

Dengan peningkatan jumlah penerima MBG tersebut, pemerintah memperkirakan akan membuka hingga 3 sampai 5 juta lapangan kerja.

"Kalau kita sampai 82 juta penerima MBG, kita akan menciptakan 3 sampai 5 juta lapangan kerja, saudara-saudara," ujar Prabowo.

Baca Juga: DLH DKI Jakarta Tegaskan Operasional RDF Plant Rorotan Utamakan Keselamatan dan Kenyamanan Warga

Namun demikian, sejak awal pelaksanaan program MBG, pemerintah juga mencatat adanya puluhan laporan dugaan keracunan makanan di sejumlah daerah.

Khusus pada Januari 2026, tercatat beberapa kejadian yang melibatkan siswa dan penerima manfaat lainnya setelah mengonsumsi makanan dari dapur MBG.

Salah satu kasus tertinggi kasus dugaan keracunan MBG terjadi di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah setidaknya 118 siswa dirawat, bahkan pihak sekolah mencatat 600 orang harus merasakan gejala keracunan.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky