AYOJAKARTA.COM - Imbauan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kasus virus Nipah yang semakin meningkat di dunia terus disampaikan kepada masyarakat.
Hingga saat ini, kasus virus Nipah belum terdeteksi di Indonesia.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menyebutkan bahwa penyakit ini merupakan penyakit zoonotik yang inangnya berasal dari kelelawar buah.
Baca Juga: Kasus DBD: Sudinkes Jakarta Selatan Tangani 38 Kasus hingga Daftar 5 Lokasi ABJ di Atas 95 Persen!
Penularan virus Nipah diketahui bisa melalui perantara hewan seperti babi, serta melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, seperti buah atau nira aren yang tercemar oleh kelelawar.
Murti juga menyebutkan adanya kemungkinan deteksi virus pada inang alami, yakni kelelawar buah, yang menjadi tanda adanya potensi sumber penularan di Indonesia.
"Penularan antar manusia juga dilaporkan, terutama melalui kontak erat dengan penderita. Manifestasi klinis bervariasi, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga berat, serta ensefalitis yang dapat berakibat kematian. Tingkat kematian dilaporkan mencapai 40 hingga 75 persen," tulis Kemenkes dalam keterangan resminya yang dikutip AYOJAKARTA.COM pada Senin, 2 Februari 2026.
Sementara itu, secara global, kasus virus Nipah kembali dilaporkan di beberapa negara, terutama di kawasan Asia Selatan.
Pada awal 2026, India melaporkan kasus baru virus Nipah di wilayah Bengal Barat, dengan beberapa tenaga kesehatan terkonfirmasi terinfeksi setelah menangani pasien.
Otoritas kesehatan setempat telah melakukan pelacakan kontak secara ketat dan memastikan tidak terjadi penyebaran luas.
Baca Juga: Sudah Masuk Februari 2026, Kapan BOBIBOS akan Launching di Timor Leste?
Selain India, Bangladesh juga terus melaporkan kasus Nipah hampir setiap tahun, terutama pada musim tertentu, dengan angka kematian yang tetap tinggi.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi nira atau aren secara langsung dari pohon karena kelelawar dapat mengontaminasi sadapan aren pada malam hari.
Jika ingin mengonsumsi aren atau nira, sebaiknya dimasak terlebih dahulu.
"Sebelum mengonsumsi aren atau nira, sebaiknya dimasak terlebih dahulu, serta cuci dan kupas buah secara menyeluruh," pungkasnya.***

Share this article
Imbauan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kasus virus Nipah yang semakin meningkat di dunia terus disampaikan kepada masyarakat.