AYOJAKARTA.COM - Ramai beredar di masyarakat adanya penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang fiktif.
Menanggapi kabar ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebutkan bahwa hal tersebut hanya tudingan semata.
"Tidak ada yang namanya SPPG fiktif," pungkasnya dikutip ayojakarta.com pada Jumat, 30 Januari 2026.
Lebih lanjut Dadan menyebutkan bahwa penyaluran MBG bersifat inklufif dan transparan.
Oleh karena itu pas memiliki data yang jelas karena menggunakan pendekatan by name by address.
Sebagai informasi BGN saat ini bekerjasama dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk emndata anak dari pernikahan dini dan putus sekolan sebagai bagian dari program MBG.
Kekinian, program MBG kembali tuai korban akibat keracunan kali ini terjadi SMAN 2 Kudus Jawa Tengah.
Setidaknya 600 siswa SMAN 2 Kudus Jawa Tengah alami gejala keracunan dan 118 dirawat di rumah sakit akibat menyantap MBG.
MBG SMAN 2 Kudus dikirimkan oleh SPPG Purwosari dengan menu soto ayam suwir, tempe dan tauge.***

Share this article
Ramai beredar di masyarakat adanya penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang fiktif.