AYOJAKARTA.COM - Pemerintah pusat memastikan kesiapannya untuk pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
Rencananya, pembangunan PSEL ini akan memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Juni 2026 di sejumlah titik.
Proyek ini digadang-gadang menjadi solusi strategis dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Proyek PSEL ini nantinya diharapkan bisa mengelola 7.000 ton sampah per hari.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengatakan bahwa pembangunan PSEL ini akan dilakukan di lima daerah yaitu:
1. Bekasi
2. Yogyakarta
3. Bogor Raya
4. Denpasar
5. Bandung Raya

Untuk diketahui, proyek ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Ke depan, groundbreaking ini diharapkan bisa mendukung target pembangunan PSEL di 30 lokasi atau aglomerasi di 61 kabupaten/kota di seluruh Indonesia pada 2029.
Menurut Qodari, jika seluruhnya dapat terealisasi maka kapasitas pengolahan sampah menjadi energi bisa mencapai 33.000 ton per hari.
Angka tersebut setara hampir 23 persen dari total timbulan sampah nasional pada 2029.

Proyek pertama yang akan digarap di Denpasar Raya dinilai mampu mengelola 1.200 ton sampah per hatri.
Kapasitas ini dapat melayani sampah di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Kemudian untuk PSEL di Bekasi diharapkan mampu mengelola 1.400 ton per hari, PSEL Bogor Raya 1.500 ton per hari, dan PSEL Yogyakarta 1.000 ton per hari yang akan melayani Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul.
Sementara PSEL di Bandung Raya direncanakan memiliki kapasitas yakni mencapai 1.853 hingga 2.131 ton per hari.

PSEL ini nantinya akan melayanai enam daerah yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut.
Diharapkan, proyek ini nantinya akan menjadi model pengelolaan sampah modern di Indonesia dan dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya sesegera mungkin.***