News

Jabatan Wapres Makin Dipertanyakan, Benarkah Fufufafa di Balik Alter Ego Gibran Rakabuming? Para Pakar Angkat Bicara

Oleh: Karseno AJ Jumat 02 Mei 2025, 15:18 WIB
Jabatan Wapres Makin Dipertanyakan, Benarkah Fufufafa di Balik Alter Ego Gibran Rakabuming? Para Pakar Angkat Bicara

AYOJAKARTA.COM -- Pakar Hukum Tata Negara asal UGM Dr. Zainal Arifin Mochtar menyebut, seorang Presiden atau Wakil Presiden dapat saja diberhentikan di tengah jalan.

Mengacu pada konstitusi yang berlaku di Indonesia, Dr. Zainal merinci sejumlah alasan pemberhentian bagi seorang Presiden ataupun Wakil Presiden.

Selain terlibat perkara pidana dan pelanggaran etika, penyebab ketiga yang dapat membuat Presiden atau Wakil Presiden dimakzulkan adalah karena tidak lagi memenuhi syarat.

Baca Juga: Saran Forum Purnawirawan TNI-Polri soal Pemecatan Gibran Rakabuming sebagai Wakil Presiden Bisa Terjadi, Ini Syaratnya

Di samping alasan medis, pejabat di tingkat eksekutif juga sangat memungkinkan mengalami pemecatan di tengah jalan karena alasan yang bersifat psikologis.

Mengacu pada ketentuan tersebut, siapapun termasuk Gibran dapat mengalami pemecatan atau pemberhentian di tengah jalan jika terbukti tidak lagi layak menduduki suatu jabatan.

Terlebih sosok Gibran Rakabuming yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden, ditengarai kuat oleh Roy Suryo selaku Pakar Telematika sebagai Fufufafa.

Sosok pemilik akun Fufufafa, sebelumnya sempat menjadi sorotan dari berbagai kalangan lantaran unggahan dan komentarnya yang dinilai kelewatan.

Baca Juga: Desakan Pemecatan Wakil Presiden Makin Nyaring, Aktivis 98: Kehadiran Gibran Sejarah Buruk bagi Orang Waras

Berkenaan dengan kondisi kesehatan psikologis setiap individu, Joyce Manurung yang merupakan Psikolog dan Grafolog sempat memberi pernyataan.

Disampaikan saat menjadi narasumber di sebuah siniar, Joyce meyakini setiap manusia memiliki gangguan psikologis tertentu yang disadari ataupun tidak.

“Semua orang punya dalam tanda kutip gangguan, ada spektrum dan intensitas yang terpancar dari perilaku dan ada yang tidak atau overt dan covert,” jelasnya.

Karena minim perhatian, tidak mengherankan jika publik selalu terkejut saat mendapati kabar oknum dokter atau polisi berbuat asusila ataupun terlibat tindak kriminal.

Baca Juga: Forum Purnawirawan Prajurit TNI Desak Jabatan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Diganti, ini Kata Ketua MPR

Dalam spektrum yang relatif kecil, gangguan tertentu yang dialami seseorang tidak akan banyak berpengaruh pada perilaku ataupun kesejahteraan sosial.

Namun dalam spektrum yang lebih besar, seseorang bisa menampilkan sisi lain atau Alter Egonya sehingga akan berdampak pada kehidupan pribadi maupun lingkungan sekitarnya.

Untuk memastikan gangguan psikologis seseorang sudah berdampak merusak atau tidak, Joyce mengingatkan pentingnya dilakukan berbagai jenis metode pemeriksaan.

Baca Juga: Ketua MPR Respon Tuntutan Forum Purnawirawan TNI soal Makzulkan Gibran dari Wakil Presiden: Tidak ada Masalah, Suara Sudah sah

Terkait dengan pernyataan tekstual dan negatif Fufufafa yang belum terbukti sebagai Gibran Rakabuming, Joyce memberi sekelumit penilaian.

Menurut Joyce, Alter Ego merupakan bentuk ekspresi yang berseberangan dengan tampilan sebagaimana biasa dihadirkan di permukaan.

Sebagaimana dengan gangguan psikologis yang cenderung dimiliki oleh setiap manusia, Alter Ego menurut Joyce akan berubah menjadi gangguan jika sudah berdampak.

Baca Juga: Heboh Soal Forum Purnawiran TNI Usulkan Gibran Lengser Jadi Wapres RI, Prabowo: Menghormati Usulan, Namun...

“Alter Ego hampir dimiliki semua orang, jadi gangguan jika sudah punya dampak merugikan bagi dirinya dan orang lain; jika tidak itu bagian dari kepribadian,” jelasnya.***

Reporter Karseno AJ
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil