News

Ratusan Rumah Hancur Akibat Pergerakan Tanah di Brebes, Eitss Warga Jakarta Dilarang Lengah, Ini Sebabnya!

Oleh: Karseno AJ Senin 21 Apr 2025, 16:12 WIB
Ratusan rumah di Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mengalami rusak parah usai terjadi Likuifaksi atau pergerakan tanah.

AYOJAKARTA.COM -- Ratusan rumah di Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah mengalami rusak parah usai terjadi Likuifaksi atau pergerakan tanah.

Akibat peristiwa Likuifaksi ini ratusan rumah di Desa Mendala hancur, sedikitnya 380 warga terpaksa tinggal di posko pengungsian.

Untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, warga yang terdampak langsung oleh peristiwa Likuifaksi ditempatkan di lapangan futsal desa setempat.

Baca Juga: Awas! 10 Lokasi Ini Rawan dan Berbahaya, BPBD Ungkap Pergerakan Tanah di Wilayah DKI Jakarta

Menurut Muhammad Basori selaku Kepala Desa Mendala, jumlah rumah yang mengalami kerusakan parah kini bertambah dari 107 menjadi 112.

Lantaran kondisi bangunan yang retak, atau bagian atap mengalami runtuh, korban meminta agar pemerintah daerah setempat segera melakukan relokasi.

Terlebih karena pergerakan tanah mulai semakin meluas dan menyebabkan lebih banyak bangunan mengalami kerusakan serta membahayakan.

“Saat ini jumlah warga yang terdampak pergerakan tanah sudah mencapai 438 jiwa, dan rumah sebanyak 112,” jelas Basori saat dimintai keterangan.

Baca Juga: Waspada! Ada Potensi Pergerakan Tanah di 15 Titik Wilayah DKI Jakarta, BPBD Keluarkan Peringatan Dini

Dari 112 rumah yang terdampak, 107 di antaranya sudah tidak dapat ditempati sementara tempat hunian lainnya mengalami kondisi rusak parah.

Dalam keterangannya, Basori menyebut peristiwa pergerakan tanah mulai terlihat pada 17 April 2025 sekitar jam 02:00 WIB dini hari.

Diawali dengan datangnya sensasi gempa, fenomena pergerakan tanah terus berlangsung dan meluas hingga sore hari.

Berdasarkan informasi dari para sesepuh, Lebih lanjut Basori mengungkap peristiwa pergerakan tanah yang serupa juga pernah terjadi sekitar tahun 1979.

“Karena warga kami kebanyakan rumah permanen, saat ini rumah sudah tidak bisa dihuni kembali,” imbuhnya.

Selain itu Basori juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh dinas terkait di tingkat Provinsi serta Kabupaten yang sudah merespon kejadian pergerakan tanah dengan tanggap.

Selain sudah terjadi sebanyak dua kali di Desa Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, ancaman serius terkait potensi pergerakan tanah juga mengancam daerah lain termasuk Jakarta.

Baca Juga: Keluarkan Peringatan Dini Potensi Pergerakan Tanah, BPBD DKI Sebut 10 Titik Rawan di Wilayah Jakarta

Berdasarkan keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG serta BPBD, terdapat sebanyak Sepuluh Kecamatan di Jakarta yang terancam pergerakan tanah

Mengacu pada pemetaan dan lokasi administratif, wilayah yang terancam pergerakan tanah antara lain Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Adapun daftar Kecamatan di Jakarta Selatan yang berpotensi mengalami pergerakan tanah antara lain Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama dan Pancoran.

Baca Juga: Waspada! BPBD DKI Keluarkan Peringatan Dini Potensi Pergerakan Tanah di 10 Titik Wilayah Jakarta

Selain kelima wilayah tersebut, daerah di Jakarta Selatan yang juga perlu mewaspadai pergerakan tanah adalah Mampang Prapatan, Pasar Minggu dan Pesanggrahan.

Sementara untuk wilayah administrasi Jakarta Timur yang berpotensi terdampak pergerakan tanah akibat tingginya curah hujan adalah Kecamatan Kramat Jati dan Pasar Rebo.***

Reporter Karseno AJ
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil