AYOJAKARTA.COM- Fenomena tanah bergerak kembali membuat sebagian masyarakat khawatir akan terjadinya tanah longsor dan bencana lainnya, apalagi pergerakan tanah terjadi di area padat penduduk.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah menemukan sejumlah titik yang rawan terhadap pergeseran atau pergerakan tanah.
Fenomena pergerakan tanah sendiri dapat terjadi karena adanya faktor-faktor penyebab yang mendukung, seperti terjadinya erosi tanah, penyerapan air tanah, gempa bumi, dan beban tanah.
Berdasarkan penelitian oleh BPDP, erosi tanah dan penyerapan air tanah bisa terjadi karena intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan tanah menyerap air berlebih.
Ketika air diserap secara berlebih maka tanah akan kehilangan daya topang, sehingga menyebabkan tanah menjadi ambles atau terjadi tanah longsor.
Sedangkan pergerakan tanah yang disebabkan oleh gempa bumi terjadi karena pergeseran antar lempeng di kerak bumi membuat tanah pada permukaan bumi pun ikut terguncang dan bergerak.
Terakhir, pergeseran tanah karena beban berlebih. Hal ini banyak terjadi di perkotaan terutama pada kota besar.
Dimana kota dipenuhi dengan pembangunan yang berkelanjutan tanpa mengindahkan aspek alami, yang membuat tanah pun menjadi terbebani. Sehingga bisa membuat tanah mengalami pergerakan.
Baca Juga: Sentil Perintah Back Up Ferdy Sambo Kepada Ricky Rizal, Hakim: Kamu Nggak Berani Lawan Yosua?
Disisi lain, BPBD Mengungkapkan potensi pergerakan tanah ditemukan di salah satu kawasan DKI Jakarta yakni di wilayah Jakarta Selatan dan wilayah Jakarta Timur.
Dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube BeritaSatu pada Selasa, (10/1/2023), setidaknya ada 10 titik kawasan di Jakarta yang diduga rawan terhadap pergerakan atau pergeseran tanah.
Berikut ini adalah daftar 10 kawasan yang berpotensi alami pergerakan tanah berdasarkan data dari BPDP DKI Jakarta.
Jakarta Selatan:
1. Kecamatan Cilandak
2. Jagakarsa
3. Kebayoran Baru
4. Kebayoran Lama
5. Mampang Prapatan
6. Pasar Minggu
7. Pasanggrahan
8. Pancoran
Jakarta Timur:
1. Kecamatan Kramat Jati.
2. Pasar Rebo
Sebagai informasi, bahwa jumlah titik rawan potensi tersebut bisa terus bertambah. Oleh karena BPBD menghimbau untuk tetap waspada.***

Share this article
10 kawasan atau lokasi ini disebut rawan dan berbahaya, BPBD ungkap pergerakan tanah di wilayah DKI Jakarta