News

Mahfud MD Tolak Permintaan Tim Anies untuk Jadi Cawapres, Ini Alasannya

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Rabu 10 Jan 2024, 07:56 WIB
Mahfud MD ternyata pernah didatangi kubu Anies Baswedan yang memintanya untuk jadi cawapres. Tapi permintaan itu ia tolak.

AYOJAKARTA.COM - Mahfud MD ternyata pernah didatangi kubu Anies Baswedan yang memintanya untuk jadi cawapres. Tapi permintaan itu ia tolak.

Cerita tersebut disampaikan Mahfud MD kepada Denny Sumargo dalam channel Youtube Curhat Bang Denny Sumargo yang dirilis Selasa, 9 Januari 2023.

Kepada Denny, Mahfud MD mengakui sebelum Anies dipasangkan dengan Muhaimin Iskandar, Presiden PKS Ahmad Syaikhu mendatanginya.

"Pak Mahfud mau nggak ya kalau kami ajukan calon wakil presidennya Pak Anies kami yang mengusulkan dari PKS," tiru Mahfud MD.

Namun permintaan tersebut ditolak Mahfud MD. Berikut Ini alasannya.

Baca Juga: Jangan Nakal! KJP Plus Bisa Dicabut Karena Melanggar 23 Larangan Ini

Pada waktu itu sekitar bulan April 2023 di awal puasa, koalisi Anies adalah Surya Paloh Partai Nasdem. Kemudian partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dan PKS.

Pada saat itu Partai Demokrat sudah memberikan syarat, jika bukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menjadi cawapres Anies, maka Demokrat akan hengkang dari koalisi Anies.

"Nah kalau dia keluar dari koalisi, maka (koalisi Anies) nggak memenuhi syarat untuk daftar. Karena ini kalau Partai Demokrat keluar karena bukan AHY, kira-kira hanya nggak sampai 17%. Nasdem dan PKS cuma kira-kira 13%. Kalo begitu kan nggak bisa daftar. Iya kan," beber Mahfud MD.

Mahfud MD melanjutkan, bila dia menerima tawaran PKS, maka bisa jadi SBY akan keluar dari koalisi Anies.

Dia tidak mau itu terjadi.

Baca Juga: Info KJP Plus: Buku Tabungan dan ATM Hilang, Benarkah Membuat Status Kepesertaan Dicabut? Ini Penjelasannya!

Terlebih pada saat itu berhembus rumor, bahwa pemerintah akan menjegal Anies untuk maju di kontestasi pemilihan presiden 2024.

Narasi tersebut dilambungkan Denny Indrayana yang pernah menjabat sebagi wakil MenkumHam di zaman peerintahan SBY.

"Denny Indrayana kan terang-terangan (mengatakan) pemerintah mau menghajar Anies. Saya bilang ke Denny, kamu jagalah Anies agar dia tidak tidak sampai gagal jadi calon. Saya mau jaga dari pemerintah, agar dia tidak dihalangi oleh pemerintah. Pokoknya dia harus jadi calon deh saya yang jamin," jelas Mahfud MD.

"Nah kalau tiba-tiba saya mau (menerima permintaan PKS) lalu Partai Demokrat keluar ini kan tidak memenuhi syarat, maka saya akan dituduh penyusup. Iya kan, paham kan. Pak Mahfud masuk pasti yang dituduh pemerintah menyusupkan orang agar Anies gagal. Itu sebabnya saya tolak," lanjut Mahfud MD.

Baca Juga: Anies Baswedan Singgung Pendapat Prabowo Soal Gaza: Siapa Bilang Lemah? Dia Tangguh!

Tak berapa lama dari ajakan tersebut, masuklah Muhaimin Iskandar yang membawa gerbong PKB.

"Dan betul, begitu saya tidak jadi yang masuk Muhaimin. Demokrat langsung keluar kan. Untungnya Muhaimin punya partai. Sehingga menggantikan suara Demokrat agar tetap utuh dan memenuhi syarat," kenang Mahfud MD.

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Aris Abdulsalam