AYOJAKARTA.COM - Kasus kematian Mirna Salihin yang diracuni oleh sahabatnya, Jessica Wongso dengan Kopi Sianida kembali mencuat.
Hal tersebut setelah Netflix membuat film dokumenter yang berjudul Ice Cold : Murder, Coffee, Jessica Wongso.
Banyak orang menebar asumsi mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada kasus Kopi Sianida yang menjadikan Jessica Wongso sebagai terdakwa.
Baca Juga: Fakta di Balik Kasus Jessica Wongso, Mengungkap Tingkat Bahaya Sianida untuk Tubuh Manusia
Wamenkumham, Professor Edward Omar Syarief Hiariej yang biasa disebut Prof. Eddy Hiariej, ikut memberikan pernyataan terkait kasus pembunuhan tersebut.
Pada sebuah podcast yang ditayangkan oleh kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Prof. Eddy menyatakan bahwa dr Djaja Surya Atmadja tidak layak dimintai keterangan karena bukan dia yang memeriksa jasad Mirna.
Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan pernyataan ahli forensik dr Djaja Surya Atmadja yang menyatakan bahwa sianida yang ada dalam tubuh Mirna hanya 0.2 mg.
Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Siap Bantu Jessica Wongso di Kasus Kopi Sianida yang Menewaskan Mirna Salihin
Menurut, dr Djaja Surya Atmadja dengan kadar sekecil itu tidak memungkinkan untuk membunuh seseorang.
Hal tesebut langsung dibantah oleh Prof. Eddy, menurutnya orang yang layak ditanya adalah orang yang memeriksa.
"Ahli racun, ahli forensik, dan ahli-ahli lainnya itu mereka melakukan, apakah mereka observasi, apakah eksperimen atau pun juga pemeriksaan. Yang ditanya itu orang yang memeriksa, dan yang ditanya itu adalah orang yang melakukan eksperimen, jangan ditanya kepada orang tidak melakukan pemeriksaan," tutur Prof Eddy, dikutip dari kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo yang tayang pada, Selasa (10/10/2023).
Baca Juga: Cerita Reza Indragiri Diberi Sejumlah Uang dalam Kasus Jessica Wongso
Lalu, menurut Prof. Eddy, dr. Djaja seperti orang yang berbicara sembarangan menganai kasus tersebut.
"Dr Djaja tidak melakukan autopsi. Kalau nilai pembuktian orang tidak melakukan autopsi, lalu dia bicara itu tidak beda dengan orang yang ngomong sembarangan di pinggir jalan,” ucap Prof. Eddy.
Prof Eddy pun menjelaskan bahwa bukan hanya 0.2 mg sianida saja yang ada di tubuh Mirna, tetapi juga ada 950 mg per liter natrium.
Dirinya menjelaskan bahwa bukan hanya 0.2 mg sianida saja, namun ada juga 950 mg/l natrium pada tubuh Mirna Salihin.
"Diambil sampelnya dari lambung, dari empedu, dari hati kemudian diuji di laboratorium forensik. Lalu yang membacakan hasil uji laboratorium forensik itu profesor Budi Sampoerna. Ditemukan natrium sianida, NaCN itu dalam satu rangkaian senyawa. 0,2 sianida mg per liter tetapi juga ada 950 mg natrium per liter," jelas Prof. Eddy.***