AYOJAKARTA.COM - Panji Gumilang merupakan pimpinan pondok pesantren (Ponpes) Al Zaytun yang saat ini sedang disorot oleh publik lantaran diduga menyebarkan ajaran sesat hingga ujaran kebencian.
Salah satu contoh penyimpangan yang diduga diajarkan Panji Gumilang yakni terkait janji surga.
Pasalnya penyimpangan ini diduga diajarkan langsung oleh Panji Gumilang di Ponpes Al Zaytun yang diungkapkan oleh mantan pengurus Ponpes Al Zaytun.
Baca Juga: Tanggapan Ketua MUI Soal Panji Gumilang yang Gugat MUI dan Abbas Anwar Rp 1 Triliun
Namun tudingan tersebut ditepis oleh Panji Gumilang di mana ia mengungkapkan bahwa pendirian ponpesnya ini memang ada sumbangan dari sejumlah pihak yang mendukungnya.
"Mendirikan Al Zaytun ini adalah memang sumbangan-sumbangan tapi tidak seperti yang dibayangkan itu dan tidak ada kaitan dengan organisasi yang disebut tadi, " kata Panji.
"Mengapa ada yang tidak benar, masa bisa berdiri benar diatas yang tidak benar," lanjutnya.
Baca Juga: Mahfud MD: Al Zaytun Tidak Akan Dibubarkan, Tapi Panji Gumilang Tetap Dipidana
Selanjutnya mantan santri Ponpes Al Zaytun Firman Sidik mengatakan bahwa dirinya pernah dijanjikan surga oleh Panji.
Akan tetapi janji tersebut malah berujung pada ketidakadilan dan kekerasan yang berujung pada putus asa.
"Kami adalah soft bawah yang benar-benar ingin bersama-sama mendirikan sebuah tempat yang katanya surga, "kata Firman.
Baca Juga: Fantastis! Panji Gumilang dan Keluarga Miliki 295 Sertifikat Tanah, Mahfud MD Beberkan Rinciannya
Ia juga mengatakan bahwa doktrin surga ini diajarkan kepada seluruh orang-orang yang berada di lingkungan pesantren itu.
"Kalau mau cerita jujur mungkin kebanyakan dari pada orang-orang yang keluar termasuk saya karena merasa putus asa," katanya.
Firman juga menjelaskan bahwa ia sudah menghabiskan banyak harta dan segenap jiwa raganya untuk Al Zaytun.
Baca Juga: PKB Dukung Putri Panji Gumilang Maju Nyaleg, Daniel Johan: Gak Masalah
Bahwa ia tak segan-segan menyebutkan bahwa sudah banyak orang yang mengorbankan rumah tangganya.
Kemudian mantan santri Al Zaytun Lenny Siregar mengatakan bahwa di ponpes milik Panji ini sudah terjadi perbudakan hingga penipuan demi memperoleh uang untuk kepentingan ponpes.
"Ini adalah satu perbudakan, kubayangkan 300 juta itu satu anggota keluarga atau satu istri, suaminya pun sama kalau orang dalam juga dan sudah pasti sebagian besar orang dalam 300 juta juga harus diselesaikan dalam 3 tahun, " kata Lenny yang dikutip AyoJakarta.com pada kanal Youtube Metro TV, Selasa (11/7).
Baca Juga: Panji Gumilang Serang Balik Waketum MUI Anwar Abbas dan MUI, Tuntut Ganti Rugi Rp1 Triliun
Lenny menegaskan bahwa di ponpes tersebut sudah benar-benar terjadi perbudakan yang harus melibatkan pemerintah untuk memperbaiki mental dari orang-orang yang ada dibawah naungan Panji ini agar tidak menjadi orang yang suka minta-minta.
"Perbudakan ini dilakukan karena doktrin," jelasnya
Ia juga mengetahui tentang rekrutmen anggota NII yang sangat mempercayai Panji sebagai Imam NII.***