AYOJAKARTA.COM---Perilaku kurang mengenakan dari aparat Bea Cukai kembali mendapat sorotan publik.
Usai viral curhatan warga yang mengaku dimintai pajak sebesar Rp4 juta oleh salah satu oknum Bea Cukai saat mengambil piala lomba menyanyi yang dikirim dari Jepang, kini beredar kejadian yang tidak mengenakan dialami oleh Alissa Wahid, putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Ia pernah menerima perlakuan buruk dari petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Kejadian buruk ini dialami Alissa Wahid sepulang dari Taiwan pada tahun 2019 atau 2020 lalu.
Meski berstatus anak mantan presiden keempat RI, ia tetap menjalani prosedur keimigrasian di jalur reguler.
Namun entah karena apa, petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menganggap bahwa putri Gus Dur itu sebagai tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di Taiwan.
Hal tersebut disampaikan melalui cuitan di Twitter pada Senin tanggal 20 Maret 2023.
Cuitan tersebut menimpali cuitan tentang kejadian viral juara lomba menyanyi di jepang yang dimintai uang sebesar Rp4 juta saat akan mengambil hadiah piala.
“Maaf nyamber. Suatu ketika saya pulang dari Konperensi di Taiwan. Di Cengkareng, saya diarahkan menuju meja pemeriksaan yg di dalam itu,” cuit Alissa Wahid dikutip ayojakarta.com melalui Twitter @AlissaWahid, Rabu (22/3/2023).
Baca Juga: Heboh WNI Kirim Piala Lomba Kena Pajak Rp4 Juta oleh Bea Cukai, Begini Kata Kemenkeu
“Mbak petugas nanya : Kamu pulang kerja ya di Taiwan? Berapa lama kerja di sana? Bawa apa aja? Buka kopernya,” sambungnya.
Dalam cuitan lain ia pun menceritakan bahwa dirinya membuka koper miliknya, lantas petugas Bea Cukai meminta paspor miliknya. Alissa Wahid mengatakan bahwa dirinya hanya 3 hari di Taiwan.
Melihat bahwa koper yang dimiliki oleh putri Gus Dur ini besar, menurutnya petugas tersebut menanyakan kerja apa hanya tiga hari di Taiwan.
Bertanya apa saja yang dibeli sampai bayarannya pun ikut ditanyakan oleh petugas tersebut.
Bukan itu saja, hal pribadi seperti mengapa bisa belanja sebanyak itu dan membawa barang banyak sampai kerjaan pun tak luput dari introgasi petugas bandara.
Alissa Wahid juga menuliskan dalam cuitan lain yaitu awalnya ingin tahu sampai bagaimana perlakuan petugas di bandara kepada warga.
Tetapi karena lama-lama merasa sebal, dirinya pun menjawab kerja LSM sehingga membuat petugas bandara langsung menengok dan raut wajahnya menjadi tak enak.
Setelah itu petugas Bea Cukai mempersilahkan putri Gus Dur, tetapi dirinya mengatakan harus membereskan koper miliknya yang telah diacak-acak oleh petugas tersebut.
Lebih lanjut melalui cuitan lain, dirinya menyayangkan bahwa nada bicara dari petugas Bea Cukai tersebut seperti mengintimidasi.
Begitulah sedikit cerita tidak mengenakan yang dialami oleh Alissa Wahid putri Gus Dur oleh salah satu petugas di Bandara Soekarno Hatta.***