AYOJAKARTA.COM - Aktivis Irma Hutabarat kembali buka suara soal tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Richard Eliezer.
Seperti yang diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjatuhkan tuntutan kepada Richard Eliezer dengan pidana penjara selama 12 tahun.
Tuntutan yang dijatuhkan JPU kepada Richard Eliezer tentu berbeda dengan tuntutan terdakwa lain seperti Putri Candrawathi, Ricky Rizal, serta Kuat Maruf yang hanya delapan tahun penjara.
Irma Hutabarat mengatakan apabila seandainya jaksa ingin bersikukuh menjatuhkan tuntutan 12 tahun penjara kepada Richard Eliezer, maka seharusnya terdakwa lain dihukum lebih berat.
“Kalau memang jaksa tidak menganggap LPSK, lalu tidak menganggap semua yang dilakukan oleh Richard itu sebagai pembuka jalan, lalu juga kejujuran tidak dihargai, misalkan ya tetap kekeh mau 12 tahun, artinya yang lainnya (terdakwa) itu harus dua kali lipat atau lebih berat dari Richard dong,” kata Irma dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Irma Hutabarat Horas Inang.
Irma Hutabarat menjelaskan bahwa terdakwa lainnya memiliki kepentingan atas kematian Yoshua.
Baca Juga: Geger! Irma Hutabarat Akan Tuntut Jaksa dalam Kasus Putri Candrawathi? Ternyata Hal Ini Penyebabnya
Kemudian, Irma menegaskan bahwa Eliezer tidak memiliki motif untuk menghabisi nyawa Yoshua.
Menurutnya, justru Eliezer tidak mendapatkan keuntungan apapun dengan hilangnya nyawa Yoshua.
Berbanding terbalik dengan Ferdy Sambo dan terdakwa lain yang mendapatkan keuntungan atas meninggalnya Yoshua.
“Kalau memang argumentasinya Richard dihitungnya 12 tahun yang lainnya itu kan semua memiliki kepentingan atas kematian Yoshua,” jelasnya.
“Inang juga berkali-kali bilang, Richard tidak punya motif, dia juga tidak memiliki keuntungan apapun dengan matinya Yoshua, tetapi jika ini adalah FS lalu juga PC, RR, dan KM, mereka semua ada keuntungannya dengan kematian Yoshua,” tambahnya.
Irma menambahkan, satu-satunya sosok yang tidak memiliki motif untuk menghabisi nyawa Yoshua adalah Eliezer.
“Jadi pemikiran itu kan harusnya melandasi, apakah kalau mau bicara motif ya kan jadi satu-satunya yang tidak motif itu namanya adalah Richard Eliezer Pudihang Lumiu, tidak ada motifnya sama sekali,” tambahnya.***