AYOJAKARTA.COM - Aktivis Irma Hutabarat turut buka suara soal tuntutan hukuman 12 tahun penjara kepada Richard Eliezer.
Dalam pernyataannya, Irma Hutabarat mengaku sangat kecewa dengan putusan Jaksa yang menuntut Richard Eliezer dengan hukuman 12 tahun penjara.
Seperti diketahui, sejak awal Richard Eliezer membuka kebohongan Ferdy Sambo hingga kini ia terus konsisten dan berkata jujur.
Baca Juga: Irma Hutabarat Tak Terima Kesimpulan JPU tentang Hubungan PC dengan Yosua: Itu Dalil dari Mana?
Hal itulah yang membuat Richard Eliezer menjadi justice collaborator dan dilindungi oleh LPSK.
Namun mendengar tuntutan Jaksa, Irma Hutabarat menilai bahwa selama ini kejujuran Richard Eliezer tidak ada artinya.
Awalnya, Irma Hutabarat heran kenapa Putri Candrawathi, Kuat Maruf, dan Ricky Rizal yang selalu berbelit-belit dan masih berbohong justru mendapat hukuman lebih ringat dari Richard Eliezer.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Irma Hutabarat-HORAS INANG pada Kamis (19/1/2023), Irma Hutabarat mengatakan semua yang dilakukan Richard Eliezer selama ini tidak ada gunanya jika ia tidak mendapat keringanan hukuman.
Bahkan, ia menilai lebih baik dari awal Richard tidak usah berkata jujur.
"Kejujuran Richard tidak dianggap sebagai faktor yang memperingan, aneh orang jujur kok malah tambah berat (hukuman)," kata Irma Hutabarat.
Bahkan, Irma Hutabarat sampai berpikir bahwa Jaksa sendang bermain-main dengan hukum.
"Saya sampai berpikir, ini Jaksa kalau main-main bisa dituntut nggak sih?" kata Irma Hutabarat.
Hal itu dipertanyakan oleh Irma sebab, Jaksa seakan menfitnah Yosua bahwa ada perselingkuhan dengan Putri Candrawathi.
"Lalu semua yang dilakukan Icad (Richard Eliezer) sebagai justice collaborator itu sama sekali tidak mendapat keringanan," cetus Irma.
"Jadi untuk apa jujur, untuk apa menjadi justice collaborator kalau akhirnya begini," heran Irma.
Lebih lanjut Irma menduga bahwa ada sesuatu yang terjadi di balik ini semua.
"Kalau dari awal FS dan PC memberikan doa yang begitu banyak untuk LPSK, untuk komisi-komisi ini yang dipertanyakan, untuk Komnas Perempuan, Komnas HAk, lalu juga KPAI itu kan juga hadir pada waktu itu, apakah mungkin yang didorong amplop itu hanya LPSK yang lain tidak?" ungkap Irma lagi.
"Kalau dia dari awal sudah seperti itu cara bermainnya dengan banyak doa, apa yang membuat dia (Ferdy Sambo) tidak melakukan kepada JPU dan hakim? Percaya nggak kalai dia tidak melakukan itu," cetusnya tegas.***

Share this article
Irma Hutabarat menilai Jaksa sedang bermain-main, sampai pertanyakan apakah bisa dituntut dan kecewa dengan fitnah yang ditujukan ke Yosua.