News

Tegas! Kamaruddin Simanjuntak Sebut Ricky Rizal Pantas dan Layak Dihukum Mati Atas Kasus Yosua, Ini Alasannya

Oleh: Dyah Arum Ratri Minggu 15 Jan 2023, 17:40 WIB
Tegas! Kamaruddin Simanjuntak Sebut Ricky Rizal Pantas dan Layak Dihukum Mati Atas Kasus Yosua, Ini Alasannya

AYOJAKARTA.COM - Kuasa hukum keluarga Brigadir J yakni Kamaruddin Simanjuntak menyebut terdakwa Ricky Rizal layak dihukum mati.

Seperti diketahui, Ricky Rizal merupakan salah satu dari kelima terdakwa atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Ricky Rizal juga merupakan terdakwa yang terbukti memindahkan uang ratusan juta rupiah dari rekening atas nama Brigadir J.

Hal tersebut diakui oleh Ricky Rizal lantaran mengikuti perintah dari Putri Candrawathi.

Baca Juga: Pilu! Begini Rasa Penyesalan Richard Eliezer karena Menembak Brigadir J: Kalau Waktu Bisa Diputar

Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube tvOneNews pada Minggu (15/1/2023), Kamaruddin Simanjuntak menanggapi hal tersebut dengan mengatakan bahwa Ricky Rizal harusnya menyadari hal tersebut adalah kesalahan. 

“Saya melihatnya itu bahwa Ricky Rizal ini sebagai anggota Polri yang seharusnya sudah matang dia dengan pangkat Brigadir Kepala harusnya dia menyadari bahwa itu suatu kesalahan atau suatu kejahatan,” jelas Kamaruddin Simanjuntak.

Atas tindakan menguras rekening Brigadir J tersebut, Kamaruddin Simanjuntak menyebut Ricky Rizal sangat layak untuk dihukum mati.

“Asas hukum pidana itu kan tiada pemidanaan tanpa kesalahan yaitu yang bersifat kejahatan. Jadi dengan dia mau memindahkan uang dan atau mencuri uang dengan kekerasan dari rekening almarhum bahwa dia bener-bener sangat jahat dan layak dihukum mati,” tegas Kamaruddin Simanjuntak.

“Belum lagi dia mengetahui pembunuhan berencana sejak di Magelang tetapi ia tidak menyesali perbuatannya,” imbuh pengacara berdarah Batak tersebut.

Baca Juga: Taktik Licik Ferdy Sambo, Janjikan Uang Rp 500 Juta Pada Kuat Maruf Saat Kejadian Magelang!

Kamaruddin Simanjuntak lantas menjelaskan keterkaitan Ricky Rizal dalam pembunuhan berencana tersebut hingga membuatnya pantas dijatuhi hukuman mati.

“Ketika di Magelang dia sudah ikut skenario Sambo, pura-pura pergi mengantar atau mengurus anaknya Sambo, mengajak Bharada Richard. Pulang dari situ di mana almarhum diancam akan dibunuh oleh Kuat Maruf dengan pisau tetapi yang dilakukan oleh Ricky Rizal adalah justru melucuti senjata api Joshua kemudian di jalan dia mau membunuh Joshua dengan cara membanting sebelah kiri supaya Joshua terbunuh tapi diurungkan,” jelas Kamaruddin Simanjuntak.

“Kemudian di rumah Saguling ia ikut merancang pembunuhan itu di lantai 3 bersama Putri dan Ferdy Sambo, kemudian dia memanggil untuk menjerumuskan Bharada E dan dia tahu itu bagian dari pembunuhan tapi dia tidak berusaha mencoba menghalangi atau menggagalkan tapi justru dia ikut pura-pura mau isolasi mandiri di rumah 46 atau disebut Duren Tiga," lanjutnya.

Baca Juga: Jelang Sidang Tuntutan Ferdy Sambo, Ayah Brigadir Yosua Minta Pelaku Dijatuhi Hukuman Mati

Kamaruddin Simanjuntak juga menyinggung taktik Putri Candrawathi yang mencoba menggoda Brigadir J.

“Akan tetapi tetapi celakanya mereka informasinya mau isolasi mandiri tapi mbaknya (pembantunya) itu informasinya tidak ikut isolasi mandiri jadi artinya Ricky Rizal, Kuat Maruf maupun Putri bersama Ferdy Sambo pergi ke rumah 46 itu adalah menjalankan skenario,” jelas Kamaruddin Simanjuntak.

“Termasuk Putri juga dia pergi pakai celana legging di sana dia pura-pura mengganti pakaian yang menurut dia seksi supaya terkesan Yosua tergoda dengan keseksiannya itu juga bagian dari skenario,” imbuh Kamaruddin Simanjuntak.

Kamaruddin Simanjuntak juga tak ketinggalan menjelaskan keterkaitan Ferdy Sambo sehingga pantas dihukum mati.

“Demikian juga Ferdy Sambo telah memakai sarung tangan warna hitam supaya tidak ada jejak sidik jarinya dan senjatanya pun sudah dibersihkan dan dilucuti oleh Ricky Rizal di mana senjata itu sudah dibersihkan sehingga tidak ada lagi DNA dia padahal dia yang melucuti senjata. Tidak ada DNA Ferdy Sambo dan tidak ada DNA almarhum Brigadir J karena ada perencanaan,” papar Kamaruddin Simanjuntak.***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Fathul Amanah