News

Gempa Bumi Megathrust Mimpi Buruk Bagi Indonesia, Kenali Mitigasi Bencana Sejak Dini!

Oleh: Linda Wati Jumat 16 Des 2022, 13:15 WIB
Gempa Bumi Megathrust Mimpi Buruk Bagi Indonesia, Kenali Mitigasi Bencana Sejak Dini!

AYOJAKARTA.COM - Indonesia menjadi wilayah yang berada di antara Cincin Api Pasifik.

Hal itu menjadikan Indonesia menjadi negara yang rawan bencana baik gempa bumi ataupun tsunami.

Gempa bumi megathrust seolah-olah menjadi mimpi buruk bagi Indonesia jika hal tersebut sampat terjadi.

Jauh-jauh hari para peneliti mewanti-wanti masyarakat Indonesia untuk siap jika ada bencana alam besar yang datang.

Baca Juga: Peneliti Geodesi Ungkap Wilayah dan Alur Gempa Megathrust yang Berpotensi Tsunami 34 Meter, Bali Termasuk?

Bukan untuk menakut-nakuti, namun agar masyarakat dapat lebih mempersiapkan diri hal-hal apa yang perlu dilakukan dan diperhatikan.

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Harian Kompas pada Jumat (16/12/2022) membagikan informasi terkait mitigasi bencana sejak dini.

Menurut penuturan Sri Widiyantoro selaku Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB, menyebutkan bahwa ada potensi gempa dari sesar yang aktif.

“Beberapa penlitian scientific menemukan bahwa sebagian dari Sesar Baribis yang membentang dari wilayah Banten hingga Jawa Barat dalam kondisi aktif, artinya sesar yang melintas wilayah Selatan Jakarta ini menyimpan potensi gempa,” ujarnya.

Baca Juga: Pengertian Gempa Megathrust dan Sejarahnya di Pulau Jawa: Ternyata Sudah Terjadi Berulang Kali!

Gempa yang dialami Cianjur pada November 2022, seolah menjadi peringatan kepada warga agar lebih waspada terhadap anacaman gempa di waktu mendatang.

Untuk itu masyarakat diharapkan dapat melakukan mitigasi sejak dini.

Donny Hilman selaku ahli gempa BRIN menyebutkan ada dua mitigasi dalam bencana gempa bumi:

Baca Juga: Mitigasi, Kunci Untuk Menghadapi dan Menjadi Penyintas Bila Bencana Akibat Gempa Bumi Megathrust Terjadi

1. Tata Ruang

Untuk melakukan mitigasi, diharapkan agar disediakannya lahan kosong di tiap titik untuk evakuasi jika terjadi gempa bumi.

“Kalau dijalur sesar aktif yaitu maka dianjurkan tidak ada bangunan, dikosongkan untuk taman atau apapun apalagi bangunan yang penting seperti rumah sakit, hotel tinggi dan sebagainya,” kata Donny Hilman.

Baca Juga: Gempa Megathrust dan Tsunami 34 Meter Berkaitan dengan Ramalan Jayabaya, Pulau Jawa dalam Bahaya!

2. Bangunan tahan gempa

Dalam setiap bangunan seperti gedung tinggi atau jalan tol diharapkan sudah memenuhi standar tahan gempa.

Namun sayangnya untuk rumah penduduk masih belum ada.

Selain itu dilakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah atau masyarakat hal apa saja yang perlu dilakukan jika terjadi gempa bumi.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah