AYOJAKARTA.COM - Sebuah ramalan dari Prabu Jayabaya diduga berkaitan erat dengan potensi Gempa Megathrust dan tsunami 34 meter yang mengancam pulau Jawa.
Prabu Jayabaya merupakan seorang raja bijaksana dari Kerajaan Kediri yang seringkali memberikan ramalan, hingga kemudian tersebar ke telinga orang-orang, khususnya orang Jawa.
Ramalan Jayabaya ini mengatakan bahwa Pulau Jawa suatu saat nanti akan mendapatkan bencana, hingga membuatnya terbelah menjadi dua.
Sehubungan dengan hal tersebut, ada juga fakta yang mengatakan bahwa Gempa Megathrust akan terjadi di Pulau Jawa dengan kekuatan tinggi dan bisa menghancurkan, bahkan berpotensi memicu tsunami besar di Jawa.
Gempa Megathrust berkekuatan tinggi ini berpotensi terjadi di area selatan Pulau Jawa dengan rentang waktu selama 400 tahun sekali.
Tak hanya itu saja, disebutkan juga bahwa Gempa Megathrust ini bisa terpecah menjadi dua bagian yaitu di bawat dan timur.
Gempa Megathrust yang akan terjadi di wilayah barat Pulau Jawa diperkirakan akan meledak dengan kekuatan Magnitudo 8,9.
Sedangkan yang akan terjadi di wilayah timur, diperkirakan akan mengguncang dengan kekuatan magnitudo 8,8.
Baca Juga: Didakwa Pembunuhan Berencana, Kuat Maruf Bingung: Berencana Sama Siapa?
Sementara itu, ada juga skenario lain ketika dua gempa tersebut pecah secara bersamaan menjadi satu dan menghasilkan Gempa Megathrust dengan kekuatan Magnitudo 9,1.
Sebagai akibat dari Gempa Megathrust tersebut, gelombang tsunami diperkirakan akan terjadi dengan ketinggian hingga 20 meter, bahkan ada yang menyebutkan hingga 34 meter.
Tsunami ini akan tersebar di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa dengan ketinggian yang berbeda-beda.
Hal ini tentunya terdengar cukup berkaitan dengan salah satu ramalan dari pemimpin Kerajaan Kediri, Prabu Jayabaya yang mengungkapkan bahwa Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua.
Ramalan Jayabaya
Seperti yang sudah disinggung di awal tadi, ada sebuah ramalan dari Prabu Jayabaya yang sangat erat kaitannya dengan potensi Gempa Megathrust di Pulau Jawa.
Baca Juga: Makin Panas! Kuasa Hukum Ferdy Sambo Tantang Richard Eliezer Soal Ini!
Dikutip AyoJakarta dari akun tiktok @awaanstory, disebutkan sebuah ramalan dari Prabu Jayabaya yang mengatakan bahwa Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua.
“Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua adalah salah satu ramalan dari Jayabaya atau biasa disebut dengan Jangka Jayabaya,” ujar pengisi video.
Sebagai catatan, diketahui bahwa Prabu Jayabaya merupakan seorang pemimpin dari Kerajaan Kediri pada tahun 1135-1159 M.
“Yaitu merupakan sebuah ramalan dari Prabu Jayabaya yang merupakan raja kerajaan Kediri (1135-1159 M),” katanya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa ramalan Jayabaya ini dipercaya bersumber dari salah satu kitab yang disusun oleh Sunan Prapen, keturunan ke-4 Sunan Giri.
“Ramalan Jayabaya dipercaya bersumber dari Kitab Musaror yang disusun pada tahun 1618 M oleh Sunan Prapen yang merupakan keturunan ke-4 dari Sunan Giri,” jelasnya.
Di sisi lain, kebenaran sumber ramalan ini masih diperdebatkan, khususnya tentang sosok Jayabaya yang diduga tidak memiliki karya tulis.
“Walaupun dalam kitab tersebut tertulis jelas bahwa ramalan itu dari Prabu Jayabaya, 2 pujangga bernama Empu Sedah dan Empu Panuluh di dalam salah satu kitabnya Kakawin Bharatayudha, disebutkan bahwa mereka tidak menyebutkan sama sekali bahwa Prabu Jayabaya memiliki karya tulis,” tambahnya sekali lagi.
Beralih dari perdebatan sumber ramalannya, disebutkan bahwa Jayabaya pernah membuat salah satu ramalan yang menyatakan bahwa Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua.
“Nah, ramalan Jayabaya tentang pulau jawa akan terbelah menjadi dua adalah arti dari kalimat bahasa Jawa ‘Nugel Tana Jawa Kaping Pindho’,” kata pengisi video.
“Merupakan satu dari sekian ratus ramalan Prabu Jayabaya,” pungkasnya.
Walaupun terdengar sangat erat kaitannya antara ramalan Jayabaya dengan Gempa Megathrust, mantan raja Kediri itu sendiri tak pernah menjelaskan tentang penyebab dari terbelahnya Pulau Jawa.
Ia juga sama sekali tidak menyinggung tentang tsunami 34 meter yang akan melanda pulau Jawa, tetapi memang ada ramalannya yang berbicara tentang banjir bandang yang melanda dengan kalimat ‘‘banjir bandang ana ndi ndi’.***

Share this article
Sebuah ramalan dari Prabu Jayabaya diduga berkaitan erat dengan potensi Gempa Megathrust dan tsunami 34 meter yang mengancam pulau Jawa.