AYOJAKARTA.COM - Gempa Megathrust menjadi salah satu ancaman besar yang menghantui Pulau Jawa hingga saat ini.
Bukan tanpa alasan, beberapa penelitian menyebutkan bahwa Gempa Megathrust berpotensi terjadi di Pulau Jawa dengan kekuatan hingga 9,1 Megathrust.
Tak hanya itu saja, bahkan Gempa Megathrust yang akan terjadi di Pulau Jawa ini disebutkan bisa memicu tsunami hingga pada ketinggian 20 meter.
Lalu, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan Gempa Megathrust? Berikut ini adalah penjelasannya!
Baca Juga: Soal Keterangan Hasil Tes Poligraf, Ferdy Sambo Keberatan?
Pengertian Gempa Megathrust
"Megathrust ada di Samudra Hindia selatan Jawa dan yang menjadi sumber gempa tumbukan lempeng," kata Daryono.
Dikutip dari kanal YouTube Narasi Newsroom, selama jutaan tahun permukaan lempeng berupa lempeng benua atau samudera selalu bergerak selama jutaan tahun.
Sementara itu, Indonesia sendiri menjadi salah satu wilayah yang dilewati oleh tiga lempeng sekaligus yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia.
Gerakan dari setiap permukaan lempeng tersebut bisa menghasilkan gesekan atau tumbukan, tetapi bisa juga bergerak saling menjauh.
Sementara itu, ada sebuah istilah yang dinamakan dengan ‘subduksi’, ketika terjadi tumbukan antar lempeng - lempeng samudera menyelinap ke bawah lempeng benua.
Apabila sebuah tumbukan terjadi, kekuatannya akan sangat besar karena perbedaan masa jenisnya, hal ini kemudian yang disebut dengan ‘megathrust’.
Kepala PRTH BRIN, Dr. Ing. Widjo Kongko menyampaikan penjelasannya mengenai megathrust.
Nah ini batas-batas tumbukan itu adalah daerah megathrust dan kemudian itu yang bisa menyebabkan gempa bumi dengan tinggi," ucap Dr. Ing. Widjo Kongko.
Ia kemudian menjelaskan bahwa zona subduksi yang berpotensi menimbulkan gempa Megathrust tersebar di Indonesia yang terbagi atas 13 segmen.
"Itu daerah subduksi semua, dan itu potensi gempa megathrust, istilahnya begitu, dan itu besar, bisa sampai skala 8 keatas 8,5 bahkan 9, kaya yang di Aceh," ucap Widji Kongko.
Catatan Gempa Dahsyat di Pulau Jawa
Sejarah gempa Megathrust dan tsunami dahsyat di Pulau Jawa ternyata sudah tercatat dalam sejarah sejak abad 18.
Sejak saat itu, gempa di sekitar zona megathrust dan tsunami dahsyat sudah terjadi di selatan Pulau jawa beberapa kali.
Tahun 1780 dengan kekuatan 8,5 magnitudo
Tahun 1859 dengan kekuatan 8,5 magnitudo
Tahun 1903 dengan kekuatan 7,9 magnitudo
Tahun 1921 dengan kekuatan 7,5 magnitudo
Tahun 1937 dengan kekuatan 7,2 magnitudo
Tahun 1943 dengan kekuatan 8,1 magnitudo
Tahun 1981 dengan kekuatan 7,0 magnitudo
Tahun 1994 dengan kekuatan 7,9 magnitudo
Tahun 2006 dengan kekuatan 7,8 magnitudo
Tahun 2009 dengan kekuatan 7,3 magnitudo
Tsunami di Selatan Jawa
Gempa Megathrust dan tsunami dahsyat sepertinya menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Baca Juga: Fitur Terbaru dari WhatsApp Voice Note yang Jarang Kamu Ketahui, Berikut Ini Cara Penggunaanya!
Setiap terjadi gempa dengan kekuatan besar, maka potensi terjadinya tsunami juga akan tinggi.
Catatan BMKG menjadi bukti bahwa sepanjang sejarah Pulau Jawa, sudah ada 5 tsunami yang pernah terjadi sejak tahun 1800-an.
Adapun catatan tentang peristiwa tsunami ini tercantum dalam katalog tsunami Indonesia oleh BMKG.
Berikut ini adalah beberapa masa ketika tsunami terjadi di wilayah selatan Pulau Jawa.
1840
1859
1921
1994
2006
Hingga saat ini, tidak bisa diprediksi kapan Gempa Megathrust akan kembali terjadi di Pulau Jawa dengan kekuatan yang sangat besar itu.
Itulah pengertian Gempa Megathrust dan sejarahnya yang pernah terjadi di Pulau Jawa dan terus membayangi hingga saat ini.***

Share this article
Ia kemudian menjelaskan bahwa zona subduksi yang berpotensi menimbulkan gempa Megathrust tersebar di Indonesia yang terbagi atas 13 segmen.