News

Mitigasi, Kunci Untuk Menghadapi dan Menjadi Penyintas Bila Bencana Akibat Gempa Bumi Megathrust Terjadi

Oleh: Karseno AJ Rabu 14 Des 2022, 21:38 WIB
Mitigasi, Kunci Untuk Menghadapi dan Menjadi Penyintas Bila Bencana Akibat Gempa Bumi Megathrust Terjadi

AYOJAKARTA.COM - Maraknya informasi tentang potensi gempa megathrust di Indonesia, belakangan ini begitu ramai diperbincangkan.

Sebagai negeri kepulauan yang dikelilingi dengan cincin api, potensi adanya gempa bumi megathrust memang tidak bisa dipungkiri.

Inilah kiranya yang melatar belakangi BNPB mengenalkan mitigasi atau upaya mengurangi resiko bencana, terlebih gempa megathrust yang bisa mengundang tsunami.

Baca Juga: Pakar BRIN: Harus Serius Siapkan Mitigasi Potensi Gempa Megathrust Skala 8,9 yang Bisa Picu Tsunami 34 Meter

Dilansir Ayojakarta pada 14 Desember 2022 dari halaman bpbd.bogorkab.go.id, sejumlah informasi terkait mitigasi bencana gempa bumi didapatkan.

Apa yang seharusnya dilakukan sebelum, sesaat dan sesudah gempa bumi terjadi, merupakan konsep dasar mitigasi.

Sebelum gempa terjadi, BNPB mengajak setiap orang untuk mengenali apa itu gempa bumi dan memastikan bahwa struktur dan letak rumah terhindar dari bahaya akibat gempa.

Baca Juga: Ancaman Serius Megathrust! Pakar Tsunami BRIN: Wilayah Jawa dan Sumatera Harus Tingkatkan Mitigasi Bencana

Mengenali lingkungan tempat kerja dengan baik, letak pintu keluar, lift serta tangga darurat apabila terjadi gempa bumi.

Perabotan berat diatur agar menempel pada dinding, untuk menghindari jatuh atau roboh saat terjadi gempa bumi.

Atur agar benda berat sedapat mungkin berada di bawah, karena penyebab malapetaka paling banyak saat gempa bumi adalah akibat kejatuhan material.

Baca Juga: BRIN Soal Gempa Megathrust dan Tsunami Pulau Jawa: Mitigasi Bencana yang Sudah Ada Harus Segera Dikaji Ulang

Siapkan peralatan penting darurat seperti senter, lampu baterai, alat komunikasi, makanan serta air juga perlengkapan P3K.

Saat terjadi gempa dalam bangunan, BNPB mengarahkan untuk melindungi kepala serta badan dari reruntuhan dengan bersembunyi di bawah meja.

Jika berada diluar bangunan atau area terbuka, BNPB mengarahkan untuk menghindari bangunan yang ada di sekitar, seperti gedung, tiang listrik, pohon, dan lainnya.

Baca Juga: Sesar Baribis, Sesar Aktif yang Berpotensi Akibatkan Gempa Megathrust, Segera Lakukan Mitigasi Sejak Dini

Selain itu saat terjadi gempa juga perlu memperhatikan tempat berpijak, hindari apabila terjadi rekahan atau merenggangnya tanah.

Apabila gempa terjadi saat mengendarai mobil, segera turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

Apabila sedang berada di pantai, segera menjauhi bibir pantai untuk menghindari potensi datangnya tsunami.

Baca Juga: Sesar Baribis : Sejarah Gempa Besar yang Merusak Jakarta, Siapkah Langkah Mitigasi Berikut

Apabil terjadi gempa dan sedang berada di pegunungan, hal yang perlu diperhatikan adalah potensi yang timbul akibat adanya longsoran.

Setelah terjadi gempa bumi dan sebelumnya berada di dalam bangunan, keluar dengan teratur melalui tangga darurat.

Periksa apakah ada yang terluka, dan lakukan pertolongan apabila terdapat korban luka atau menghubungi bantuan jika terluka parah.

Baca Juga: Waspadai Sesar Baribis Aktif Potensi Gempa di Jakarta, Kenali Bagaimana Cara Mitigasi Bencana Sejak Dini

Periksa lingkungan sekitar dari adanya potensi kebocoran gas, titik kebakaran, maupun korsleting listrik.

Karena kemungkinan gempa masih belum tuntas, tidak langsung memasuki rumah adalah hal yang perlu dilakukan.

Kunci utama dari mitigasi terhadap segala bencana adalah berusaha untuk tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, serta ingat akan Tuhan. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris