AYOJAKARTA.COM – Potensi gempa Megathrust yang dapat memicu tsunami setinggi 34 meter di wilayah Jawa Barat bagian Selatan dan Sumatra bagian Barat Daya sudah diungkap oleh pakar.
Memang, tidak ada yang tahu dan memastikan kapan gempa Megathrust tersebut bakal terjadi. Namun, kita harus mewaspadai ancaman tsunami dan menyiapkan secara serius upaya mitigasi bencana.
Pendapat bahwa harus ada upaya serius menyiapkan mitigasi tersebut disampaikan oleh Widjo Kongko, pakar tsunami Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Widjo Kongko menyampaikan hal itu menanggapi hasil penelitian terbaru yang telah dipublikasikan dalam jurnal penelitian dari Pepen Supendi dan tim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang berjudul Natural Hazards.
Penelitian tersebut menyebut adanya potensi tsunami dari gempa Megathrust di selatan Pulau Jawa. Hasil penelitian ini yang telah terbit bulan Oktober menyatakan ada potensi Gempa Bumi Megathrust dengan magnitude 8.9 sehingga bisa memicu tsunami dengan ketinggian gelombang mencapai 34 meter.
Potensi tsunami tersebut, menurut penelitian tersebut, patut diwaspadai khususnya bagian Selatan Jawa dan Barat Daya Sumatra, dan perkiraan tsunami akan menjalar melalui Selat Sunda memasuki Pantai Utara Jawa dan Tenggara Timur Sumatra.
Baca Juga: Putri Candrawathi vs Richard Eliezer Soal Wanita Misterius dan Tenteng Senjata Keliling Kemang
Widjo juga menyebut bahwa dampak yang ditimbulkan akan lebih besar dibandingkan dengan kejadian tsunami di Aceh.
“Oleh karena itu, perlu adanya upaya mitigasi dan peningkatan kewaspadaan dan khususnya sistem peringatan dini dan jalur serta tempat evakuasinya,” jelas Widjo saat melakukan wawancara secara langsung di Metro TV, pada Minggu 6 November 2022.
Gempa Megathrust, menurut EOS Science News dari American Geophysical Union, adalah pecahnya batas lempeng yang terjadi di bidang kontak dua lempeng tektonik yang bertemu di zona subduksi.
Akibat adanya gerakan relatif antar lempeng tidak terbendung dan tekanan terkumpul di area dua lempeng, sehingga pelepasanya melalui gempa dahsyat yang disebut Megathrust.
Menurut Widjo Kongko, penelitian tersebut harus ditanggapi serius karena dampaknya berpotensi katastropik dan luar biasa.
Daerah tepi pantai di seluruh kepulauan khususnya daerah Jawa dan Sumatera serta negara–negara sekitar Samudera Hindia perlu waspada dan meningkatkan upaya mitigasinya.
Mitigasi bencana yang sudah ada harus segera dikaji ulang dan dievaluasi apakah sudah cukup untuk mengatasi potensi gempa Megathrust dan tsunami dari kajian terbaru tersebut.
“Reviu kembali dokumen rencana kontijensi dan rencana operasisi, peta-peta jalur evakuasi, sistem peringatan dini untuk mitigasi tsunami terutama di wilayah pesisir Jawa Sumatra. Serius dan segera,” kata Widjo.

Share this article
Tidak ada bisa memastikan kapan gempa Megathrust bakal terjadi. Namun, harus diwaspadai ancaman tsunami dan menyiapkan upaya mitigasi.