News

Makin Berani! Richard Eliezer Sampaikan 6 Bantahan Keterangan Putri Candrawathi, yang Terakhir Bikin Mati Kutu

Oleh: Dyah Arum Ratri Senin 12 Des 2022, 20:02 WIB
Makin Berani! Richard Eliezer Sampaikan 6 Bantahan Keterangan Putri Candrawathi, yang Terakhir Bikin Mati Kutu

AYOJAKARTA.COM - Hari ini Senin, 12 Desember 2022 terdakwa Putri Candrawathi kembali menjalani sidang lanjutan atas kasus kematian Brigadir J.

Agenda dalam sidang hari ini, Putri Candrawathi dihadirkan untuk memberikan keterangan sebagai saksi.

Namun selaras dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi banyak memberikan keterangan yang berbeda dari terdakwa lain yang sebelumnya juga dihadirkan sebagai saksi.

Baca Juga: Ditanya Hakim Soal Uang Bulanan Rumah Tangganya, Putri Candrawathi Bungkam: Saya Tidak Bersedia Menjawab!

Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @1tsm3_riel pada (12/12/2022), terdakwa Richard Eliezer menyampaikan bantahan atas keterangan yang disampaikan oleh Putri Candrawathi tersebut.

Awalnya hakim menanyakan, “Saudara Richard bagaimana terhadap keterangan saudara Putri?”

Lantas Richard Eliezer menjawab bahwa ada 6 bantahan atas keterangan Putri Candrawathi yang akan ia sampaikan.

Baca Juga: Putri Candrawathi Jelaskan Semua Tugas Brigadir Yosua hingga Jabatannya Sebagai Karungga di Persidangan

“Baik yang mulia, untuk keterangan dari saksi PC ada beberapa hal yang saya catat yang mulia yang menurut saya tidak sesuai atau mungkin saudara PC sendiri yang lupa,” jelas Richard Eliezer.

1. Misteri wanita menangis

Richard Eliezer menuturkan kejadian bulan Juni yang dibantah oleh Putri Candrawathi seperti berikut, “Yang pertama tentang yang pada bulan Juni itu yang mulia yang pada saat itu saya diajak oleh ibu PC sendiri dan di mobil yang satunya ada Bang Matius serta alamarhum Joshua juga serta anaknya beliau Mbak Datia.”

Baca Juga: Putri Candrawathi Tak Pernah Menganggap Brigadir J Sebagai Karungga, Tetapi Bertanggung Jawab Atas...

Richard menceritakan selesai putar-putar di daerah Kemang, mereka kembali ke rumah jalan Bangka, dan disanalah terlihat Koh Elben.

“Itu kami ke arah Jalan Kemang yang mulia, putar-putar jalan Kemang sampai akhirnya kita balik lagi ke arah Jalan Bangk,  ke rumah Bangka tepatnya yang mulia dan di sana datang Koh Elben datang juga Pak FS, untuk ajudan yang disuruh standby di dalam rumah itu cuma 2 orang yang mulia yaitu almarhum sama Mathius yang mulia,” jelas Richard.

“Selain daripada itu baik ajudan maupun ART kami disuruh untuk menunggu di pagar, pagar di luar yang di samping dan karena pada saat itu saya yang ada di luar jadi saya yang melihat sendiri untuk perempuan yang keluar dari dalam rumah yang mulia, menangis,” imbuh Richard.

Baca Juga: Soal Rekening Ajudan, Ternyata Ini Alasan Putri Candrawathi Buatkan Rekening Atas Nama Yosua dan Ricky Rizal

2. Putri Candrawathi tidak tidur terus saat perjalanan Magelang-Jakarta

“Yang kedua yang mulia pada saat tanggal 8 yang mulia pada saat sepanjang perjalanan dari Magelang sampai ke Jakarta, tadi Ibu PC menjelaskan bahwa Ibu PC ini tidur yang mulia, tidur dan tidur terus itu sampai di Jakarta yang mulia bahkan tidak ada percakapan antara saya dan Ibu PC padahal sebenarnya saya ada percakapan dengan Ibu PC menanyakan tentang PCR yang mulia,” jelas Richard.

Richard menceritakan saat itu ia dihubungi oleh Sadam perihal persiapan PCR, disitulah Richard ada komunikasi dengan Putri Candrawathi.

“Pada saat itu Sadam selaku ajudan yang standby di kediaman Bangka karena protapnya ketika dari luar kota ini harus balik ke Jalan Bangka dulu untuk isolasi dan PCR. Jadi Sadam ini yang chatting ke saya minta petunjuk untuk PCR mau dipesankan jam berapa yang mulia, jadi ketika Saddam chatting ke saya, saya langsung menanyakan ke ibu pada saat itu saya bilang ya udah bang pesan aja PCRnya saya langsung menanyakan, mohon petunjuk Ibu untuk PCR dilaksanakan di mana,” beber Richard.

Baca Juga: Meragukan! Inilah Alasan Putri Candrawathi Membuka Rekening Atas Nama Brigadir J dan Ricky Rizal

3. PC ajak Richard simpan senjata di lantai tiga

Putri Candrawathi membantah bahwa ia tidak mengajak Richard ke lantai tiga untuk simpan senjata.

“Terus yang ketiga yang mulia, Ibu PC membantah dan mengatakan lupa pada saat beliau mengajak saya untuk menyimpan senjata ke kamar di lantai 3 yang mulia dan sudah ditanyakan juga untuk dari bapak JPU bagaimana saya bisa mengetahui letak lemari di situ yang mulia,” jelas Richard dengan pasti.

Baca Juga: Ada Istilah 'Karungga' di Rumah Sambo, Penjelasan Putri Candrawathi Sebut Tak Pernah Jadikan Yosua Sebagai...

4. Ferdy Sambo sampaikan skenario sebelum penembakkan

“Yang keempat ibu PC tadi bilang tidak tahu pada saat saya mengobrol dengan bapak FS di lantai tiga padahal kenyataannya bapak FS dan saya yang ngobrol dan pada saat bapak FS menjelaskan tentang skenario serta menyuruh untuk menembak Joshua dan membunuh Joshua pada waktu itu Ibu PC itu ada di situ,” ungkap Richard Eliezer.

Menurut Richard, seandainya CCTV ada sudah pasti Putri Candrawathi tidak akan bisa mengelak.

“Dan juga pada saat saya mengisi peluru, menambah amunisi Ibu PC juga ada di situ yang mulia, makanya kalau seandainya CCTV lantai 2 dan lantai 3 rumah Saguling serta Jalan Bangka itu ada mungkin semua akan lebih terang dan ibu mungkin tidak akan berani berbohong di depan pengadilan begini,” jelas Richard.

Baca Juga: Terkuak Peran Putri Candrawathi di Kasus Pembunuhan Yosua, Pakar Hukum: Diharapkan Keterangan Ibu PC Jujur

5. Putri Candrawathi tidak tutup pintu kamar usai penembakkan

“Lalu yang selanjutnya yang mulia, Ibu PC bilang di Duren Tiga itu Ibu PC menutup pintu padahal setelah kejadian itu dan jelas juga ada dari beberapa saksi juga mengatakan baik dari Romer, Om Kuat juga mengatakan bahwa pintu itu terbuka setengah yang mulia dan saya juga melihat memang pintu kamar Ibu PC ini terbuka setengah,” ungkap Richard Eliezer dengan tegas.

Baca Juga: Bahas Soal Dugaan Asusila, Sidang dengan Saksi Putri Candrawathi Digelar Tertutup, Ini Kata Hakim

6. Pemberian HP dan uang usai penembakkan

Richard Eliezer bahkan sudah menyiapkan bukti untuk membuktikan jika Putri Candrawathi mengetahui betul perihal uang dan HP yang diberikan kepadanya usai penembakkan terhadap Joshua.

“Lalu yang terakhir yang mulia, Ibu PC mengatakan tidak tahu tentang pemberian uang dan HP yang mulia, padahal tadi sudah ada yang nanti akan dihadirkan besok yang mulia, foto yang tersebut ada gambaran tangan dari Ibu PC menggunakan gelang yang saat ini Bu PC pakai juga dan juga ada potongan kaki dari bapak FS memakai sandal,” ungkap Richard.***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Desi Kris