AYOJAKARTA.COM - Apakah akhir-akhir ini Anda menghabiskan sebagian besar waktu di tempat tidur, berbaring dan tidak melakukan apa-apa?
Selain itu, Anda juga merasa mudah lelah hingga tidak ingin melakukan apa-apa.
Mungkin Anda menganggap perilaku itu sebagai sebuah rasa malas
Baca Juga: Cara Nonaktifkan Akun WhatsApp Sementara Meski Data Internet Menyala
Tapi tahukah kamu bisa jadi apa yang kamu rasakan bukan rasa malas tapi kelelahan mental.
Kedua istilah itu memiliki arti yang berbeda, kelelahan mental bisa memicu stres dan depresi jika tidak segera diatasi.
Berikut tanda bukan pemalas tapi lelah secara mental, Anda wajib tahu ciri-cirinya, dikutip ayojakarta.com dari YouTube Abdi Suardin, Sabtu (20/5/2023):
Baca Juga: 5 Cara Bikin Konten Video TikTok Sukses Banyak Penonton, Tidak Harus FYP Dulu Baru Viral
1. Anda Terputus dari Segalanya
Apakah yang anda lakukan sehari-hari seolah-olah seperti autopilot atau ada perasaan membiarkan dari diri sendiri?
Jika Anda mengalami kelelahan mental atau burnout, salah satu yang mungkin Anda alami adalah depersonalisasi.
Orang-orang yang mengalami depersonalisasi paling banyak adalah mereka yang sedang berjuang dengan trauma.
Baca Juga: Malas Ibadah? Ini Cara Agar Termotivasi Berlomba-lomba dalam Kebaikan di Bulan Ramadan
Mereka merasakan semacam mati rasa atau kekosongan emosional yang aneh.
Terkadang mereka melihat kehidupan di luar diri mereka sendiri bahkan mereka tidak merasa seperti diri mereka lagi, mereka tidak merasa terikat oleh apapun.
Mereka terus-menerus berjuang dengan rasa ketidakberdayaan dan ketidakmampuan yang luar biasa untuk mengambil kembali kendali atas hidup mereka.
Baca Juga: WAJIB TAHU, Makna Hadist Tidur Orang yang Puasa Bernilai Ibadah: Bukan Pembenaran Buat Malas!
2. Anda Dulunya Termotivasi
Malas adalah kata sifat dan bila menjadi sifat maka cenderung tetap stabil dari waktu ke waktu.
Orang yang malas tidak pernah merasa ingin mengerahkan upaya atau menerapkan diri pada berbagai hal.
Tetapi jika Anda dulunya memiliki motivasi dan berprestasi yang tinggi dan sering unggul di bidang-bidang tertentu dan akhirnya sekarang menjadi lelah, apatis, tidak termotivasi.
Maka kemungkinan besar Anda menderita kelelahan mental atau burnout.
3. Anda Dulunya Bersemangat
Perbedaan yang jelas antara seorang yang kelelahan secara mental atau burnout dengan seseorang yang malas adalah orang yang mengalami burnout memiliki hal-hal yang mereka sukai tapi sekarang mereka tidak menyukainya.
Sedangkan orang malas adalah mereka yang tidak memiliki hal-hal yang mereka sukai baik itu bakat, olahraga, kegiatan akademis atau hal-hal lainnya.
Burnout atau kelelahan secara mental itu dapat membuat Anda sulit melakukan hal-hal yang pernah disukai.
Baca Juga: Bagaimana Cara Menjaga Salat Agar Lebih Khusyuk dan Tak Malas? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
4. Murung dan Mudah Tersinggung
Apakah Anda akhir-akhir ini sering merasa tersinggung atau merasa emosi di luar kendali dan tidak tahu kenapa.
Mood yang naik turun dan gampang tersinggung adalah hal yang umum, tetapi itu bisa saja tanda Anda mengalami burnout atau kelelahan mental yang sering diabaikan.
Jadi jika Anda mulai kesulitan mengendalikan emosi terutama ketika hal ini dulunya bukanlah masalah bagi Anda, mungkin Anda sedang mengalami burnout.
Karena jika orang malas, mereka tidak akan tersinggung.
Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Beri Nasihat Agar Tak Malas Sholat: Bakar Jari Tangan, Kemudian ...
Mereka santai, rileks, tenang dan cenderung cuek dengan hal itu.
Salah satu hal yang paling menyedihkan ketika seseorang mulai merasakan burnout adalah menarik diri dari mereka secara sosial dari orang lain.
Selain itu, ada perubahan yang mengkhawatirkan yakni dalam pola makan atau pola tidur.
Anda berhenti merawat diri dan cenderung menghabiskan sebagian besar waktu Anda sendiri tanpa melakukan apa-apa karena merasa mudah lelah.
Baca Juga: Nasihat Ustaz Abdul Somad Agar Tak Malas Salat, Ingatlah Selalu Hal Mengerikan Ini, Apakah Itu?
5. Perubahan Terjadi Bertahap
Pada akhirnya perlu Anda ketahui bahwa kelelahan mental atau burnout itu berkembang secara bertahap.
Semua poin yang diatas itu tidak akan terjadi begitu saja dalam waktu semalam.
Studi menunjukan bahwa sebelumnya ada lima tahapan utama kelelahan dan makin lama semakin parah.
Mulai dari fase yang biasa, timbul stres, lalu stres itu menjadi kronis, kelelahan dan menjadi sebuah kebiasaan.
Kelelahan mental itu jika tidak segera diatasi akan sangat rentan menjadi depresi dan kemudian selalu cemas.
Maka ketika anda tersadar dan menemukan tanda kelelahan atau burnout dari awal dapat menjadi lebih mudah mencari bantuan dan secepatnya untuk bisa pulih.
Lalu bagaimana cara mengatasi burnout atau kelelahan mental?
Jika Anda menyadari tanda-tanda burnout pada diri Anda, maka Anda disarankan segera mengatasinya dengan cara berikut.
Pertama buat prioritas, kedua kurangi ekspektasi dan berikan apresiasi pada diri sendiri.
Ketiga jaga keseimbangan hidup dan keempat ubah gaya hidup serta terapkan gaya hidup sehat.***