AYOJAKARTA.COM -- American Heart Association (AHA) menyebut ada lima aktivitas atau perilaku yang disebut bisa membantu untuk menekan kemungkinan kanker payudara dan penyakit jantung sekaligus.
Ahli Jantung yang juga Direktur Program Kardio-onkologi di MedStar Heart and Vascular Institute di Washington, DC, Dr. Ana Barac, menggunakan istilah ‘kemenangan ganda’ apabila kaum perempuan memperhatikan aktivitas atau perilaku tersebut.
Paling tidak ada lima hal yang bisa membawa kaum perempuan mendapat ‘kemenangan ganda’ itu, seperti dirilis laman heart.org dan juga stroke.org pada 18 Oktober 2022.
Hal itu menjadi penting karena di Amerika Serikat ada sekitar 9,1 juta orang yang mederita penyakit jantung koroner. Secara total, penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian perempuan di Negeri Paman Sam itu.
Data lain menyebutkan pada 2019, sekitar 3,8 juta wanita di AS hidup dengan kanker payudara. Menurut perkiraa, kemungkinan bakal ada 43.250 kematian akibat penyakit tersebut.
Memang beberapa faktor yang menjadi risiko penyebab dua penyakit tersebut tidak bisa diubah seperti usia dan riwayat keluarga.
Namun menurut Asosiasi Jantung Amerika, ada lima perilaku atau aktivitas yang dapat dilakukan perempuan untuk mengurangi risiko mengidap dua penyakit itu.
Baca Juga: Ingat Ini, 21 Jenis Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan: Cewek-cewek Cek Nomor 13!
1. Apa Harus Dimakan & Yang Tidak Boleh Dimakan
Untuk mencegah penyakit jantung dan kanker payudara, AHA dan American Cancer Society, menyusun pedoman untuk pola makan yang ideal.
Pilihan makanan yang bermanfaat untuk menekan kemungkinan penyakit jantung dan kanker payudara misalnya menyantap beragam buah dan sayuran. Memilih biji-bijian utuh daripada produk biji-bijian olahan. Perempuan juga diminta menghindari daging olahan dan membatasi gula tambahan.
Bahkan untuk wanita yang sudah didiagnosis menderita penyakit kanker payudara, "diet adalah bagian penting untuk tetap sehat,” kata Dr Ana Barac.
Menurut Dr Barac, sudah ada bukti yang mengubungkan antara diet sehat dan prognosis kanker payudara yang lebih baik.
Misalnya, sebuah studi tahun 2020 di Journal of Clinical Oncology menemukan bahwa mengurangi asupan lemak dan meningkatkan asupan sayur, buah, dan biji-bijian dapat mengurangi risiko kematian akibat kanker payudara pada wanita pascamenopause.
Pengaruh diet dengan menyantap makanan sehat lebih nyata lagi untuk menekan kemungkinan penyakit j kardiovaskular.
"Kami memiliki bukti kuat bahwa pada orang dengan penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner, makan makanan sehat meningkatkan hasil," ungkap Dr Barac.
Sebuah analisis tahun 2020 di jurnal Nutrients menemukan orang dengan penyakit kardiovaskular yang mengikuti diet Mediterania memiliiki memiliki risiko kematian yang lebih rendah akibat penyebab apa pun, termasuk penyakit kardiovaskular.
Diet Mediterania adalah diet dengan fokus pada sayuran, buah-buahan, polong-polongan, kacang-kacangan, minyak zaitun, biji-bijian, dan ikan.
Baca Juga: Siap-siap, Beli LPG alias Gas Tabung Melon 3 Kg Harus Tunjukkan KTP, Begini Caranya
2. Capai Berat Badan Sehat
Pernyataan ilmiah AHA pada 2018 menyebutkan obesitas menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskular dan kanker payudara setelah menopause.
Obesitas didefinisikan sebagai BMI 30 atau lebih. BMI atau indeks massa tubuh adalah perbandingan tinggi dan berat badan yang menentukan kategori berat badan seseorang.
3. Bangun dan Bergerak
Aktivitas aerobik sedang seperti jalan cepat setidaknya selama 150 menit dalam direkomendasikan untuk dilakuan oleh orang dewasa.
Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik kurang dari yang disarankan setiap minggu berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular dan kanker payudara.
“Jika Anda duduk dalam waktu lama, Anda perlu bangun dan berjalan-jalan, bahkan jika Anda berolahraga hari itu,” kata Dr. Tochukwu Okwuosa, seorang ahli jantung dan profesor di Rush Medical College di Chicago.
Bangun dari duduk setiap jam bahkan satu atau dua menit akan bermanfaat bagi tubuh, katanya.
4. Hati-hati dengan Minuman Keras dan Hormon
AHA menuliskan bahwa kesimpulan tentang minum minuman keras adalah moderasi bagi mereka yang minum alkohol dan bukan memulai bagi mereka yang tidak.
Moderasi berarti tidak lebih dari satu gelas sehari untuk wanita, kata AHA dan masyarakat kanker. "Pastikan Anda tidak makan berlebihan," kata Okwuosa.
Minum alkohol berlebihan dapat berisiko menyebabkan penyakit hati, kanker payudara, dan berbagai masalah kardiovaskular, termasuk tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.
Okwuosa mengatakan wanita juga harus menyadari risiko yang terkait dengan terapi penggantian hormon pascamenopause, yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara dan penyakit kardiovaskular.
Baca Juga: Viral di TikTok, Prabowo Berikan Jam Tangan, Kopiah dan Baju kepada Jamaah Maiyah Cak Nun
Baca Juga: Dear Ahli Hisap, Jokowi akan Larang Penjualan Rokok Ketengan atau Batangan!
5. Cek Darah Tinggi, Kolesterol Tinggi, dan Diabetes
Penting juga bagi kaum perempuan, menurut AHA, untuk melakukan pengecekan tentang apakah mereka memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi atau diabetes.
Selanjutnya, kalau memang ada kemungkinan dengan tiga penyakit itu para perempuan bisa bekerja sama dengan ahli kesehatan untuk mengobatinya. Hal itu menjadi penting karena penyakit tersebut dapat menyebabkan penyakit jantung dan kondisi kardiovaskular lainnya.
AHA menyarankan pemeriksaan tekanan darah untuk orang dewasa pada setiap kunjungan perawatan kesehatan rutin atau setahun sekali jika tekanan darah normal.
Lembaga itu juga merekomendasikan pemeriksaan kolesterol setiap empat hingga enam tahun, dimulai pada usia 20 tahun, untuk orang dewasa yang berisiko normal terkena penyakit jantung dan stroke, atau lebih sering untuk mereka yang berisiko tinggi.
Untuk diabetes, American Diabetes Association merekomendasikan skrining dimulai pada usia 35 tahun, atau lebih cepat bagi mereka yang berisiko tinggi.
Meskipun mammogram tidak dapat mencegah kanker payudara, mammogram dapat membantu mendeteksinya sejak dini.
Untuk wanita dengan risiko rata-rata terkena kanker payudara, Cancer Society merekomendasikan mammogram tahunan dimulai pada usia 45 tahun. Bisa juga dimulai pada usia 40 tahun.
Untuk wanita yang sudah berusia 55 tahun ke atas, disarankan memeriksakan diri setiap dua tahun sekali atau dapat memilih untuk melanjutkan mammogram tahunan.
Mengetahui riwayat keluarga Anda untuk kanker payudara dan masalah kardiovaskular adalah bagian besar dalam menentukan kapan dan jenis skrining apa yang mungkin Anda perlukan, ujar Dr Barac.
Secara keseluruhan, menurut Dr Ana Barac, ketika kita para tenaga medis memahami riwayat kesehatan pribadi dan keluarga seseorang, "kita dapat menggunakan pengobatan gaya hidup, khususnya olahraga dan diet, untuk memberdayakan wanita dan mencegah kanker dan penyakit jantung."
Yuk para perempuan silakan dicoba 5 aktivitas untuk menkekan kemungkinan penyakit jantung dan kanker payudara sekaligus. Semoga bermanfaat***

Share this article
American Heart Association (AHA) menyebut ada lima aktivitas atau perilaku yang bisa menekan kemungkinan kanker payudara dan jantung.