Sehat

Jangan Disepelekan! Inilah 3 Alasan Mengapa Tak Boleh Tidur Setelah Sahur, Ternyata Berbahaya bagi Kesehatan

Oleh: Linda Wati Minggu 02 Apr 2023, 04:07 WIB
Ilustrasi Tidur Setelah Sahur

AYOJAKARTA.COM - Tidur setelah sahur apakah boleh?

Hal tersebut sering kali menjadi pertanyaan masyarakat ketika Ramadan tiba.

Ketika waktu sahur memang mata kita sedang ngantuk-ngantuknya.

Jadi tak sedikit orang yang memilih tidur setelah sahur.

Baca Juga: Mimpi Basah di Siang Hari Bulan Ramadan Apakah Sah Puasanya? Ini Penjelasan Buya Yahya

Sering kali ada yang mengingatkan bahwa kita tidak boleh tidur setelah sahur.

Ada yang percaya ada juga yang menghiraukan.

Namun rupanya larangan untuk tidak tidur setelah sahur ini ternyata tidak boleh disepelekan lho.

Mau tahu alasannya? simak penjelasan Dokter Yudhish Herlambang yang dikutip ayojakarta.com dari YouTube SKWAD Health pada Sabtu, 1 April 2023.

Baca Juga: Hati-hati, Tidur Setelah Sahur Bisa Picu 4 Masalah ini, Simak Penjelasannya!

Sedikitnya ada tiga alasan mengapa sebaiknya tidak tidur setelah sahur:

1. Dapat menimbun lemak

Berdasarkan keterangan Dokter Yudhish Herlambang, tidur setelah sahur dapat menimbun lemak karena ketika tidur metabolisme tubuh berkurang.

“Kalau bisa dihindari kalau misalnya setelah sahur langsung tidur karena dapat menimbun lemak, kenapa? karena saat tidur tubuh itu membutuhkan energi kemudian metabolisme berkurang sehingga lemak dalam tubuh kita bukannya dicerna oleh usus dia malah ditimbun,” ujarnya.

Baca Juga: WAJIB TAHU, Makna Hadist Tidur Orang yang Puasa Bernilai Ibadah: Bukan Pembenaran Buat Malas!

2. Asam lambung meningkat

Jika sering tidur setelah makan sahur, maka dapat berpotensi meningkatkan asam lambung.

Hal itu karena saat tidur metabolisme berkurang dan asam lambung bisa mengiritasi dinding lambung.

“Kemudian dia juga bisa produksi asam lambungnya meningkat karena kan seperti saya bilang dia tidak melakukan energi pada saat tidur sehingga pembakaran pun terjadi lambat sekali dan cenderung tidak terjadi sehingga asam lambungnya itu sendiri nanti dia akan mengiritasi dinding lambung,” jelasnya.

Baca Juga: Wajib Tahu! Hukum Tidur Seharian Ketika Puasa di Bulan Ramadan, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad: Sah, tapi…

Menurut keterangannya, jika dinding lambung sering terititasi maka dinding lambung dapat semakin menipis.

Sehingga sensitivan terhadap asam lambung juga akan semakin meningkat.

“Jadi kan karena dinding lambung itu teriritasi, lama-lama kalau misalnya sering dia akan semakin tipis, jadi sensitivan dia terhadap asam lambung akan meningkat,” kata Dokter Yudhish Herlambang.

Baca Juga: Mana yang Lebih Utama, Salat Witir Sebelum Tidur atau Setelah Tahajud? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad!

3. Mengiritasi kerongkongan

Asam lambung yang masuk ke dalam kerongkongan ketika berbaring dapat mengiritasi kerongkongan.

“Kemudian asam lambungnya kan nanti gravitasi yah kita kan berbaring. Jadi dia dapat masuk ke kerongkongan jadi bisa mengiritasi kerongkongan,” kata Dokter Yudhish Herlambang.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah