Sehat

Puasa Ramadan Bagi Penderita Maag dan GERD, Berikut Tips dari Pakar Kesehatan

Oleh: Devi Kusumaningsih Selasa 31 Jan 2023, 17:34 WIB
Dokter dan juga co-founder dari Mediscene, Vania Utami membagikan tips puasa bagi penderita maag dan gerd.

AYOJAKARTA.COM - Sebentar lagi memasuki bulan Ramadan, bulan yang dirindu-rindukan oleh umat Islam.

Bulan Ramadan merupakan bulan yang mulia, di mana bulan ini merupakan bulan pengampunan.

Salah satu amalan wajib di bulan Ramadan adalah berpuasa, dimana akan menghapuskan dosa dosa bagi yang menjalankannya.

Baca Juga: Prediksi Ramadhan 1444 H Lengkap dengan Rukun Puasa yang Wajib Kamu Ketahui

Sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW, yang artinya:

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain menghapus dosa yang telah lalu, puasa di bulan Ramadan juga mempunyai banyak hikmah.

Hikmah puasa di bulan Ramadan di antaranya menahan hawa nafsu, melatih diri untuk bersabar, mendapatkan pahala berlipat ganda, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dilindungi dari perbuatan buruk dan masih banyak lagi.

Disebutkan bahwa puasa Ramadan hukumnya adalah wajib dan juga begitu besar hikmah yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Menjalankan Puasa Ramadan? Ini Kata Pakar Kesehatan

Oleh karena itu tidak seharusnya bahkan tidak boleh ditinggalkan oleh umat Islam.

Namun seringkali beberapa hal mengurangi bahkan menghalangi seseorang menjalankan ibadah puasa dengan khusuk, diantaranya bagi mereka yang menderita asam lambung.

Dokter dan juga co-founder dari Mediscene, Vania Utami membagikan tips puasa bagi penderita maag dan GERD.

Melalui kanal YouTube, Dokter Vania Utami sebut ada perbedaan antara maag atau dispepsia dengan gastroesophageal reflux disease atau disebut dengan GERD. Berikut uraiannya.

Baca Juga: Butuh Strategi Jitu! Inilah 6 Tips Diet untuk Turunkan Berat Badan Saat Puasa

Maag

  • Perut terasa penuh saat sedang makan
  • Setelah makan perut terasa tidak nyaman, bahkan ulu hati bisa terasa nyeri
  • Sering bersendawa serta buang angin
  • Perut bagian atas terasa kembung
  • Mual, bahkan bisa sampai muntah

GERD

  • Dada terasa terbakar setelah makan, utamanya terjadi di malam hari
  • Makanan atau asam lambung naik ke atas kerongkongan
  • Dada terasa nyeri
  • Sulit menelan
  • Ada rasa mengganjal di kerongkongan
  • Kondisi maag gangguannya hanya terfokus pada lambung. Sedangkan kondisi GERD sudah bukan hanya pada lambung lagi

Baca Juga: Jangan Sampai Salah Kaprah! Inilah Faedah Puasa Rajab Menurut Ustadz Abdul Somad

GERD merupakan adanya gangguan pada katup esofagus atau katup yang menghubungkan antara lambung dengan esofagus atau kerongkongan, sehingga menyebabkan makanan atau asam lambung dapat naik ke kerongkongan.

Demikian perbedaan maag dan GERD yang seringkali dianggap sama.

Selanjutnya disampaikan tips puasa bagi penderita maag dan GERD.

Makan Secukupnya

Hindari makan terlalu banyak ketika berbuka puasa, karena lambung belum siap dalam menerima makanan.

"Jadi yang dianjurkan ketika berbuka puasa sebagaimana disunahkan oleh Rasul, pakai kurma saja, atau porsi kecil dulu," ujar dr. Vania.

"Sebaiknya makan menu buka atau takjil, setelah itu sholat terlebih dahulu, baru makan nasi, jadi ada jeda," lanjutnya

Hindari Makan Terburu-buru

Makan terburu-buru mengakibatkan lebih banyak gas yang masuk ke dalam saluran pencernaan.

Baca Juga: Road to Ramadhan 2023: Semua Hutang Puasa Bisa Dibayar Fidyah? Cek di Sini, 3 Kategori yang Bisa Bayar Fidyah!

Pilih Menu yang Sesuai

Jangan memilih buah yang asam atau daging yang berlemak.

Hindari Makanan atau Minuman Pemicu Asam Lambung

Lebih baik hindari minuman seperti kopi, soda serta makanan pedas maupun asam, karena dapat memicu asam lambung.

Hindari Langsung Tidur Setelah Makan

Karena ketika kita makan, makanan akan diproses terlebih dahulu di dalam lambung.

Apabila pada saat proses ini terjadi sedangkan posisi tubuh tiduran, maka katup esofagus akan bisa terbuka sedikit dan menyebabkan makanan maupun asam lambung naik ke kerongkongan.

"Jika hendak tidur, sebaiknya berbaring ke arah kiri dan mengenakan bantal," ujar dr. Vania.***

Reporter Devi Kusumaningsih
Editor Tedi Rukmana