AYOJAKARTA.COM - Ramadhan 1444 H tidak sampai dua bulan lagi. Awal puasa Ramadhan diperkirakan jatuh pada tanggal 22 - 23 Maret 2023.
Diketahui bahwa Pemerintah RI telah menetapkan Hari Libur Nasional dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1444 H pada 22-23 April 2023. Hal ini didasarkan pada SKB 3 Menteri Tahun 2023.
Jika 1 Ramadan 2023 jatuh pada 22 Maret 2023, maka bulan Ramadan tinggal 50 hari lagi. Namun, lebih pastinya bulan Ramadan ditetapkan setelah Sidang Isbat yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI.
Baca Juga: Deva Mahenra dan Mikha Tambayong Nikah Beda Agama, Lantas Pernikahan Ini Bisa Dilakukan di Bali?
Jadwal penentuan awal Ramadan atau sidang isbat hingga kini belum ditentukan oleh Kemenag dan biasanya diumumkan beberapa hari menjelang awal Ramadan.
Agar dalam bulan Ramadan kita bisa mendapat keberkahan, maka persiapkan diri kita dengan mengetahui bacaan niat dan Rukun Puasa Ramadhan:
Niat Puasa Ramadhan
“Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i fardhu syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Membaca doa niat Puasa Ramadan merupakan salah satu syarat sah pelaksanaan puasa. Dalam hadistnya, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa tanpa niat di malam harinya dianggap tidak sah,
"Barangsiapa yang belum berniat (untuk puasa) di malam hari sebelum terbitnya fajar maka tidak ada puasa baginya." (HR Ad-Daru Quthni dan Al- Baihaqi).”
Niat puasa pun bisa menggunakan bahasa Indonesia, apabila seseorang tidak hafal dengan bacaan Bahasa Arab. Yang terpenting adalah memiliki makna dan tujuan yang sama.
Berikut Rukun Puasa Ramadhan:
1. Beragama Islam
Syarat yang pertama dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan ialah harus beragama Islam, bagi umat diluar islam tidak ada kewajiban untuk melakukan puasa Ramadan.
2. Baligh
Baligh artinya dewasa, pada laki-laki seseorang dikatakan baligh ketika sudah mengeluarkan mani untuk pertama kalinya, sedangkan pada perempuan dikatakan baligh jika telah mengeluarkan darah pada haid pertama
Baca Juga: Gaduh Potensi Gempa Bumi M 7.0 di Wilayah IKN, Begini Penjelasan Ahli
3. Berakal sehat
Berakal sehat dalam hal ini yakni tidak mengalami gangguan jiwa, bagi muslim yang sudah baligh dan dalam keadaan berakal sehat maka ia wajib untuk menjalankan ibadah puasa.
Sebaliknya, bagi umat muslim yang sedang dalam keadaan gangguan jiwa maka ia tidak diwajibkan melaksanakan ibadah puasa.
4. Sehat secara jasmani
Rukun puasa berikutnya adalah dalam kondisi sehat secara jasmani. Seseorang yang sedang dalam kondisi sakit dan tidak memungkinkan untuk berpuasa maka ia tidak diwajibkan untuk berpuasa Ramadan.
Meski begitu, seorang muslim yang tidak berpuasa karena sakit, tetap wajib menggantikannya di lain hari ketika kesehatan yang dimilikinya sudah pulih kembali.
Baca Juga: Parah! Genset Rusak hingga Meledak, Konser Fiersa Besari Terpaksa Dihentikan, Begini Kronologinya
5. Mampu
Kondisi ini dilihat dari kemampuan secara fisik jika ia berpuasa tidak terganggu seperti orang yang sudah lanjut usia dan tidak mampu melaksanakan puasa. Bagi muslim yang kuat fisiknya maka wajib melaksanakan ibadah puasa Ramadan.
6. Tidak sedang dalam perjalanan
Seseorang yang sedang dalam perjalanan jauh diperbolehkan untuk tidak menjalankan ibadah puasa.
Tetapi orang tersebut wajib untuk menggantikan ibadah puasa tersebut dilain hari sesuai dengan jumlah puasa yang ditinggalkannya
Baca Juga: Kepergok Nyalon Bareng, Warganet Doakan Boy William Segera Nikahi Ayu Ting Ting
7. Suci dari haid dan nifas
Hal ini ditujukan kepada para wanita yang sedang dalam kondisi haid dan nifas tidak diwajibkan untuk menjalankan puasa.
Bahkan, jika masih dikerjakan dengan niat berpuasa, maka hukumnya tetap menjadi haram
Demikian Rukun Puasa Ramadan yang perlu dipahami sebelum melaksanakan Puasa Ramadan yang sebentar lagi tiba.***

Share this article
Awal puasa Ramadhan diperkirakan jatuh pada tanggal 22 - 23 Maret 2023. Pemerintah RI telah menetapkan Hari Libur Nasional 22-23 April 2023