AYOJAKARTA.COM--Sempat viral di TikTok video permintaan tenda camping bagi pengungsi korban gempa Cianjur.
Hal ini bermula dari unggahan cuplikan video di TikTok yang kemudian tersebar luas. Dalam videonya, pemilik akun meminta disediakan tenda Camping untuk para pengungsi korban gempa Cianjur.
Cuplikan video itu kemudian diunggah ulang oleh banyak akun di TikTok sehingga menjadi viral dan mengakibatkan banyak orang salah paham serta membuat Cianjur mendapat citra buruk.
Baca Juga: Bawahan Merasa Dikorbankan, Ferdy Sambo: Mereka Tidak Salah, Saya yang Salah!
Salah satu akun TikTok yang mengunggah ulang cuplikan video permintaan tenda camping bagi pengungsi yaitu @johnfuwuuu.
“Nah, tenda yang dimaksud dipengenin itu tenda camping,” ungkap pembuat video yang diunggah ulang akun TikTok @johnfuwuuu pada 27 November 2022.
Setelah sempat viral videonya, pemilik asli video yang viral tersebut membuat klarifikasi terkait permintaan tenda camping untuk korban gempa Cianjur.
Video klarifikasi permintaan tenda camping untuk korban gempa Cianjur diunggah ulang oleh akun TikTok @radar_cianjur pada (28/11/2022).
Dalam videonya, terlihat seorang wanita berniqab memberikan klarifikasi.
“Aku mau ngomongin lagi ternyata belum beres juga di Instagram dan di TikTok,” ungkapnya.
“Pertama aku nyusur ke pengungsi-pengungsi di pelosok-pelosok yang nggak bisa dilalui mobil yang nggak bisa dilalui motor dan aku harus jalan kaki jeblok-jeblokan,” tambahnya.
Dalam video wanita berniqab ini meminta melihat story dan full videonya jangan hanya satu potongan video saja yang dilihat.
Kemudian ia menceritakan keadaan menyusuri delapan tenda dengan jalan kaki dari sore sampai magrib. Selama empat hari, ia melihat tenda pengungsi yang sangat minim.
Terpal yang dijadikan tenda banyak tambalan dan mengakibatkan bocor, alas tenda pun menggunakan karung.
“Coba kalian bayangkan ada bayi di depan mata aku kena tampias hujan, posisi pengungsian itu hujan,” tambahnya di dalam video.
Dari keadaan tersebut wanita ini kemudian membuat story di Instagram.
“Guys lihat kalau misalkan tenda seperti ini masih membuat anak bayi kena iris apa nggak sebaiknya aja kita kasih tenda yang proper tenda camping yang cukup untuk melindungi bayi,” ungkapnya.
Pemilik akun asli yang videonya viral ini kemudian menceritakan di story Instagram kasihan manula ini kedinginan dan menggigil kena angin, kena tampias hujan.
Berinisiatif dari situ kemudian wanita berniqab ini berinisiatif untuk mengajak patungan ke anak-anak Instagram, yang mana secara pribadi wanita ini telah mengeluarkan tiga tenda.
“Yang kayak gini tendanya yang mereka perluin itu,” ungkapnya kemudian.
Tetapi dari video keseluruhan banyak dipotong oleh beberapa akun TikTok dan diunggah ulang hanya sebagian video saja.
Video klarifikasi ini ternyata mendapatkan beraneka ragam respon netizen di kolom komentar.
Banyak netizen yang melayangkan komentar yang kurang mendukung dan menyayangkan karena dibuat konten.
“Semangat ngontennya,” tulis @user5304257221848 di kolom komentar.
“Lo mau bantu apa ngonten,” ungkap @denahmadjajuly.
“Niatnya baik, tapi jadi kayak gimana ya,” tulis @rhendhiyazell.
Tetapi, tak sedikit pula yang memberikan dukungan kepada wanita berniqab di kolom komentar TikTok.
“Semangat, nggak usah dengerin yang komentar nggak enak, semangat jaga kesehatan,” tulis @supardycb90ng.
Baca Juga: Viral Warga Cianjur Menolak Bantuan, Ridwan Kamil Angkat Bicara
“Semangat,” ungkap @cibungbuntus.
Dari video klarifikasi tersebut ternyata orang yang viral videonya meminta tenda camping merupakan relawan bukan pengungsi korban gempa Cianjur..
Pengungsi korban gempa tidak pernah meminta tenda camping sebagaimana seperti yang beredar luas di media sosial baik TikTok maupun Instagram.***