AYOJAKARTA.COM – Setelah gempa melanda salah satu kabupaten yang berada di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Cianjur, bantuan mulai berdatangan.
Akan tetapi, baru-baru ini hampir di semua jagat media maya terutama TikTok, viral video yang bertemakan Cianjur Menolak Bantuan. Bahkan hingga masuk konten FYP atau For Your Page. Konten tren yang disarankan.
Video itu menampilkan warga yang yang merobek atribut tenda yang bertuliskan nama penyumbang dari sebuah gereja.
Video yang diunggah ulang akun Twitter Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat yang menyayangkan bentuk tindak intoleransi terjadi, di tengah pemulihan pasca gempa bumi di Cianjur.
“Bencana ini datang tidak pilih-pilih & mendampaki semua orang, semua pihak dan semua golongan di Cianjur tercinta ini," terang Ridwan Kamil dalam cuitan nya, dikutip AyoJakarta.com pada Selasa, 29 November 2022.
“Yang membantu bencana pun datang tidak pilih-pilih, datang dari semua pihak, dari semua golongan, kelompok, apapun keyakinan atau agamanya," tambah Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.
Benarkah warga korban gempa Cianjur menolak bantuan?
Akun Instagram @infocianjur memperlihatkan sebuah reels atau video pendek satu menit di mana semua orang antusias saat ada bantuan berupa pakaian dibuka. Terlihat para wanita dan anak-anak sedang memilah pakaian yang akan diambil.
“Kata siapa orang cianjur menolak bantuan, itu hoax,” ujar akun itu.
Kemudian, Ridwan Kamil juga memberikan penjelasan kepada semua pihak untuk menahan diri terkait pemasangan baliho, spanduk, ataupun logo adalah bentuk pelaporan dan tanggung jawab atas semua yang telah didonasikan.
"Bantuan kemanusiaan tidak boleh ternodai sedikitpun oleh unsur kebencian golongan," terang Ridwan Kamil.
Melalui penutup thread Twitter-nya, Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa ia meminta kepolisian khususnya Kapolda Jawa Barat untuk menindaklanjuti hal ini agar tidak terulang lagi di kemudian hari.
Sementara itu, warga penyintas gempa di Kabupaten Cianjur yang memiliki rumah dengan rusak ringan atau masih layak huni sudah diperbolehkan untuk kembali ke rumah, dikarenakan penurunan aktivitas gempa yang dimonitoring oleh BMKG Stasiun Geofisika setiap harinya.***

Share this article
Setelah gempa melanda salah satu kabupaten yang berada di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Cianjur, bantuan mulai berdatangan.