AYOJAKARTA.COM -- Usai alami penganiayaan oleh Mario Dandy, David Ozora sempat mengalami koma selama lebih dari dua minggu lamanya.
Namun kini kabar gembira menyelimuti pihak keluarga David Ozora, pasalnya putra pengurus GP Ansor tersebut diketahui kondisi kesehatannya kini semakin membaik dengan pesat.
Kesadaran David Ozora pun semakin baik di hari ke-25 perawatan intensifnya di rumah sakit.
Kabar baik terkait kondisi David Ozora yang semakin baik tersebut, dibagikan oleh sang ayah Jonathan Latumahina melalui akun media sosial Twitter miliknya @seeksixsuck hari ini Sabtu (18/3).
Dilansir AyoJakarta.com pada video yang diunggah sang ayah, David terlihat sudah mulai dapat merespon ketika tengah disuapi oleh perawat.
Saat perawat meminta David membuka mulut untuk disuapi jus buah, David pun dapat merespon dengan membuka mulutnya.
Sang ayah yang menemai juga nampak membantu David.
“Buka lagi mulutnya aa,” ujar perawat.
“Buka mulutnya buka, naah pinter,” ujar sang ayah mengikuti arahan perawat dan memuji David yang sudah dapat merespon perintah tersebut.
“Telan tetlan Vid, jangan nangis ya,” kata sang perawat lagi.
“Enak ya?” tanya sang ayah kepada David.
“Enak dong minum jus buah ya,” kata perawat menimpali.
Dari video tersebut nampak kesadaran motorik David makin membaik.
Baca Juga: Kajati DKI Jakarta Klarifikasi Terkait Opsi Perdamaian Mario dan David: Itu untuk Anak AG
Dalam terapi yang dilakukan oleh David, ototnya sudah bisa menopang tubuhnya.
Untuk saat ini dikutip AyoJakarta.com pada siaran Kompas TV, keluarga menyatakan bahwa saat ini David masih terus di stimulasi kesadaran kognitifnya oleh Dokter ICU yang menanganinya di RS Mayapada, Jakarta.
Diketahui sebelumnya bahwa kondisi David usai dianiaya oleh Mario Dandy dengan membabi buta sempat mengalami koma selama 15 hari.
Bahkan dokter pun sempat mengatakan kondisi David dapat dimungkinkan tidak bisa normal seperti sedia kala, ataupun jika bisa normal membutuhkan waktu yang sangat lama.
Namun support dan doa banyak orang kini mampu membuat kondisi David semakin membaik.***(Rosandra Gisca Andyna)