AYOJAKARTA.COM - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo pastikan harga minyak di 38 pasar besar di Jakarta alami kenaikan hingga mencapai tiga persen.
Sebagai informasi harga minyak goreng saat ini tercatat sebesar Rp21.392 per liter atau naik Rp697 per liter dibandingkan periode pemantauan sebelumnya yang berada pada level Rp20.694 per liter.
Walaupun begitu, Elisabeth memastikan ketersediaan stok minyak goreng di pasar rakyat masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Kami mencermati adanya kenaikan harga minyak goreng curah di sejumlah wilayah Jakarta. Namun berdasarkan hasil pemantauan di 38 pasar rakyat, pasokan masih tersedia dengan baik dan belum ditemukan indikasi kelangkaan. Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok masih dalam kondisi aman," ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026.
Berdasarkan data pemantauan lapangan Dinas PPKUKM DKI Jakarta pada Rabu, 10 Juni 2026, kenaikan harga minyak goreng curah tertinggi terjadi di Jakarta Barat dengan selisih sebesar Rp1.375 per liter atau naik tujuh persen.
Sementara itu, Jakarta Utara mengalami kenaikan sebesar Rp840 per liter atau lima persen dan Jakarta Selatan sebesar Rp771 per liter atau empat persen.
"Harga minyak goreng curah tertinggi saat ini terpantau berada di Jakarta Pusat dengan rata-rata Rp22.500 per liter, sedangkan harga terendah berada di Jakarta Utara sebesar Rp19.080 per liter. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh dinamika distribusi dan pasokan di masing-masing wilayah," ungkapnya.

Selain minyak goreng curah, hasil pemantauan juga menunjukkan harga Minyakita berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Rata-rata harga Minyakita di pasar rakyat Jakarta tercatat mencapai Rp19.835 per liter atau sekitar 26 persen lebih tinggi dibandingkan HET.
Ratu menuturkan, harga Minyakita tertinggi ditemukan di Jakarta Utara sebesar Rp21.000 per liter atau sekitar 34 persen di atas HET. Adapun harga terendah berada di Jakarta Selatan sebesar Rp18.817 per liter atau sekitar 20 persen di atas HET.
"Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan distribusi Minyakita berjalan lancar, serta mendorong harga di tingkat konsumen agar semakin mendekati HET yang telah ditetapkan pemerintah," katanya.
Dari sisi pasokan, Dinas PPKUKM DKI Jakarta mencatat stok minyak goreng curah yang tersedia di pasar rakyat mencapai 1.125 liter. Ketersediaan terbesar berada di Jakarta Timur sebanyak 443 liter, sementara stok terendah berada di Jakarta Barat sebanyak 123 liter.
Sementara itu, stok Minyakita yang terpantau mencapai 1.656 liter, dengan ketersediaan terbesar berada di Jakarta Barat sebanyak 670 liter dan Jakarta Timur sebanyak 612 liter.

Untuk minyak goreng premium kemasan, stok tercatat mencapai 1.454 liter dengan ketersediaan terbesar berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang masing-masing mencapai 614 liter.
Ratu menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus melakukan pemantauan harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok secara berkala guna menjaga stabilitas pasar dan melindungi daya beli masyarakat.***