AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengoptimalkan pemanfaatan lahan eks Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Lahan seluas 2,4 hektare yang berada di salah satu kawasan paling strategis di ibu kota itu akan dikembangkan menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi budaya, bisnis, hingga gaya hidup modern.
Rencana tersebut mengemuka setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung lokasi aset milik daerah tersebut pada Kamis (11/6).
Menurutnya, posisi lahan yang berada di pusat kawasan bisnis Jakarta itu memberikan peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi baru yang mampu mendukung aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota global.

"Ini adalah aset yang betul-betul premium karena lokasinya di segitiga emas Jakarta. Sebagai tempat pusat perkantoran, perbelanjaan, kemudian hunian, rekreasi, gaya hidup di Jakarta," ujar Pramono.
Terlebih, kawasan tersebut juga dikelilingi perkantoran dan keduataan besar.
Lahan tersebut akan diproyeksikan sebagai Jakarta International Cultural Hub yang menggabungkan fungsi budaya, hiburan, MICE, hotel, serviced apartment, hingga perkantoran untuk mendukung berbagai kegiatan nasional maupun internasional di ibu kota.
Tak lupa, Pramono juga meminta dibangun ruang terbuka hijau (RTH).

Tidak menggunakan APBD, pembangunan lahan ini rencananya akan memakai pembiayaan kreatof atau skema kerja sama pemanfaatan bersama pihak swasta.
Nilai investasinya pun tak main-main yakni sekitar Rp1,53 triliun dengan masa kerja sama selama 30 tahun.
Namun, Pemprov DKI, kata Pram memberikan kesempatan untuk perpanjangan kerja sama selama 20 tahun.
Menurut Pram, proses pembangunan akan berlangsung selama tiga tahun dan mulai kontruksi pada awal 2027.***

Share this article
Rencana ini mengemuka setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung lokasi aset milik daerah tersebut pada Kamis (11/6).