AYOJAKARTA.COM - Siapa yang pernah tergoda untuk berbelanja karena ada promo PayLater?
Tawaran promosi memang dapat membuat aktivitas belanja terasa lebih ekonomis.
Apalagi jika melibatkan aplikasi pinjaman fintech atau fitur PayLater, di mana kamu dapat membeli barang dengan pembayaran nanti.
Baca Juga: Hukum Paylater dalam Belanja Online, Benarkah Riba?
Meskipun aplikasi ini memberikan kemudahan dalam bertransaksi dan seringkali menawarkan promo menarik, kamu perlu berhati-hati.
Sebab ada berbagai biaya tambahan yang harus dikeluarkan, seperti biaya administrasi, bunga, denda, dan lain sebagainya.
Saat ini, pinjaman melalui PayLater sudah dicatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Artinya, riwayat pembayaran cicilan PayLater dapat memengaruhi riwayat kredit kamu.
Oleh karena itu, penting untuk membayar utang tepat waktu dan sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan.
Riwayat kredit atau credit scoring adalah angka yang diberikan oleh biro kredit berdasarkan riwayat kredit atau pembiayaan seseorang.
Baca Juga: Kartu Kredit vs Paylater: Pelajaran dari Kasus Fresh Graduate yang Ditolak Kerja Akibat BI Checking
Riwayat kredit yang buruk biasanya disebabkan oleh ketidakmampuan membayar cicilan utang tepat waktu dan sesuai jumlah yang telah ditentukan dalam perjanjian pinjaman.
Oleh karena itu, penting untuk membayar cicilan sesuai tenggat waktu dan jumlah yang telah disepakati.
Pastikan kamu hanya berutang sesuai dengan kemampuan keuangan kamu dan pilih waktu pembayaran cicilan setelah tanggal gajian.
Baca Juga: Singgung Fresh Graduate, Kabar tentang Akibat Pemakaian Pinjol dan Paylater Ini Ramai Diberitakan
Selain itu, sangat penting untuk membaca dengan seksama perjanjian pinjaman sebelum memutuskan untuk menggunakan aplikasi PayLater.
Ketika berutang, kamu harus merencanakan pembayaran cicilan dengan baik dan memastikan bahwa kamu dapat melunasi utang kamu.
Utang produktif dan utang konsumtif sama-sama dapat memengaruhi riwayat kredit kamu jika tidak dikelola dengan baik.
Namun, utang konsumtif lebih cenderung dilakukan secara impulsif dan kurang terencana, sehingga lebih berisiko menyebabkan riwayat kredit yang buruk.
Sementara itu, utang produktif biasanya diajukan melalui perencanaan yang matang, sehingga lebih mungkin dapat dikelola dengan baik.
Mengapa penting untuk bertanggung jawab terhadap utang dan menjaga riwayat kredit yang baik? Karena tanggung jawab kamu terhadap utang mencerminkan karakter pribadi kamu.
Baca Juga: Serupa Tapi Tak Sama! Simak 4 Perbedaan Pinjol dan Paylater, Mana yang Lebih Aman
Selain berdampak pada keuangan pribadi kamu, riwayat kredit yang buruk juga dapat mempengaruhi aspek lain dalam kehidupan kamu, seperti kesempatan mendapatkan pekerjaan atau pengajuan pinjaman di sektor jasa keuangan.
Riwayat kredit yang buruk dapat mengindikasikan ketidakmampuan kamu dalam mengelola uang dan meningkatkan risiko terhadap ketidakjujuran, kerusakan dalam riwayat perusahaan, atau gagal bayar dalam pinjaman jangka panjang.
Oleh karena itu, menjaga riwayat kredit yang baik adalah hal yang sangat penting. Untuk melakukannya, kamu dapat mengikuti beberapa tips berikut seperti dilansir AyoJakarta.com dari ojk.go.id, Minggu (10/9/2023):
Baca Juga: Serba Serbi Pinjol dan Paylater, Ini Dia Dampaknya Selain Masalah Kesehatan Mental, Yuk Simak!
1. Buatlah rekapitulasi utang kamu dan pastikan tidak ada utang yang terlupa atau telat dibayar. Catat jumlah utang, tenggat waktu pembayaran, serta bunga dan biaya lainnya yang harus kamu bayar.
2. Atur keuangan kamu dengan menambah penghasilan, mengurangi pengeluaran, dan hindari menambah utang baru. Pastikan bahwa total utang kamu tidak melebihi 30% dari total pendapatan kamu agar arus keuangan kamu tetap stabil.
3. Jika kamu menghadapi keadaan darurat, pertimbangkan untuk menjual barang atau mencairkan tabungan kamu untuk melunasi utang kamu daripada menambah utang baru dan membayar bunga yang terus bertambah.
Baca Juga: Buntut Kasus Maba UIN Raden Mas Said Surakarta Ternyata Bukan Pinjol tapi Paylater, Apa Bedanya?
4. Selalu prioritaskan pembayaran utang kamu berdasarkan skala prioritas yang mencakup nominal utang, nilai bunga, dan tenggat waktu. Bayar utang dengan nominal terkecil, bunga tertinggi, dan tenggat waktu terdekat terlebih dahulu.
Ingatlah bahwa riwayat kredit yang baik adalah aset berharga yang mencerminkan tanggung jawab kamu dalam mengelola keuangan. Dengan mengikuti tips di atas, kamu dapat menjaga riwayat kredit kamu tetap baik dan meminimalkan risiko yang terkait dengan utang.***