Internasional

Vietnam Tak Lagi Jual Bensin Konvensional, Warga Berebut E5 Dibanding E10

Oleh: Katarina Erlita Jumat 12 Jun 2026, 18:05 WIB
Ilustrasi Bensin E5. (Sumber: Chat GPT)

AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Vietnam resmi menghentikan penjualan bensin konvensional sejak 1 Juni 2026.

Sebagai gantinya, bensin bioetanol E10 kini didistribusikan secara nasional.

Kebijakan ini merupakan bagian dari peta jalan energi selama 14 tahun untuk mencapai target Net Zero.

Namun, transisi ini memicu lonjakan permintaan mendadak terhadap bensin E5.

Banyak warga, terutama pemilik kendaraan lama, merasa khawatir dengan penggunaan E10.

Mereka berbondong-bondong mencari bensin E5 karena dianggap lebih aman bagi mesin tua.

"Banyak pemilik mobil tua 'berburu' bensin tersebut," ujar salah satu warga Vietnam, dilansir dari vietnam.vn.

Fenomena ini terjadi karena adanya anggapan bahwa mesin kendaraan lama tidak kompatibel dengan kandungan etanol yang lebih tinggi pada E10.

Mendapatkan bensin E5 kini menjadi tantangan besar bagi warga Vietnam. Jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menyediakan E5 sangat terbatas.

Banyak SPBU memilih untuk memprioritaskan tangki penyimpanan mereka untuk bensin E10 guna efisiensi biaya operasional.

"Membeli bensin E5 bukanlah hal mudah, karena jumlah SPBU yang menjual jenis bahan bakar ini sangat terbatas," lapor sumber terkait.

Kondisi ini memaksa warga untuk mencari informasi secara mandiri. Mereka menggunakan media sosial seperti Facebook dan TikTok untuk berbagi lokasi SPBU yang masih menjual E5.

Beberapa warga bahkan rela menempuh perjalanan jauh hingga 7 kilometer demi mendapatkan bahan bakar tersebut.

Bapak Tran Van Manh dari Hanoi, misalnya, terpaksa mencari SPBU sistem militer karena ingin melindungi mesin motor Honda Future miliknya.

Dari sisi bisnis, pemilik SPBU menghadapi kendala dalam menyediakan E5.

Setiap jenis bensin memerlukan tangki penyimpanan dan sistem manajemen terpisah.

Biaya pembersihan tangki untuk beralih ke bahan bakar nabati juga cukup mahal, bisa mencapai jutaan VND.

Selain itu, pasokan bensin E5 dari distributor utama dilaporkan mulai tidak stabil.

Meskipun ada kekhawatiran warga, pihak berwenang menyatakan bahwa E10 aman jika kendaraan dirawat dengan benar.

Beberapa produsen otomotif seperti Mitsubishi dan Mercedes-Benz telah mengonfirmasi bahwa model-model terbaru mereka kompatibel dengan E10.

Namun, untuk kendaraan dengan karburator atau model sebelum tahun 1990, penggunaan E5 tetap lebih disarankan.

Sementara itu, pemerintah Vietnam terus memantau pasokan bahan bakar agar tidak terjadi gangguan di masyarakat.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita