AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Indonesia segera memulai babak baru di sektor energi transportasi.
Mulai semester II tahun 2026, seluruh badan usaha penyedia bensin wajib mencampurkan etanol sebesar 5 persen ke dalam produk mereka.
Kebijakan ini dikenal sebagai program mandatori E5. Langkah ini awalnya akan menyasar BBM nonsubsidi di seluruh wilayah Pulau Jawa.
Dasar hukum aturan ini adalah Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025.
Pemerintah menargetkan pengurangan emisi karbon demi mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060.
Bioetanol E5 diproduksi dari sumber hayati, seperti tanaman tebu atau aren.
Penggunaan etanol dalam bahan bakar memberikan manfaat signifikan bagi mesin.
Etanol mampu meningkatkan angka oktan bensin secara alami. Dengan oktan yang lebih tinggi, mesin bisa bekerja lebih optimal dan terhindar dari gejala knocking atau suara ngelitik.
Selain itu, etanol dianggap sebagai bahan bakar yang carbon neutral.
Tanaman bahan baku etanol menyerap CO2 selama tumbuh, sehingga siklus karbonnya menjadi lebih pendek dan ramah lingkungan.
Banyak pengguna bertanya, apakah BBM E5 aman untuk motor? Secara teknis, kendaraan modern umumnya sudah siap menggunakan campuran ini.
Sebagian besar motor dan mobil produksi tahun 2010 ke atas sudah dirancang kompatibel dengan etanol hingga 10 persen (E10).
Beberapa produsen otomotif bahkan sudah menyertakan spesifikasi ini dalam panduan resmi mereka.
Selama kendaraan Anda memenuhi standar emisi terbaru, penggunaan campuran 5 persen etanol masih tergolong sangat aman untuk pemakaian harian.
Meski demikian, terdapat kekhawatiran mengenai efek bioetanol kendaraan lama.
Etanol memiliki karakteristik higroskopis, yaitu sifat yang mudah menarik molekul air dari udara.
Pada iklim Indonesia yang lembap, hal ini berpotensi menimbulkan endapan air di dalam tangki bensin.
Untuk mobil atau motor tua, material karet alam pada sistem bahan bakar berisiko mengalami swelling atau pembengkakan.
Sifat polar etanol juga dapat meluruhkan ion logam dan mempercepat korosi pada komponen yang tidak tahan karat.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara cek kecocokan bioetanol bagi kendaraan Anda.
Langkah pertama yang paling akurat adalah membaca buku manual kendaraan. Periksa bagian rekomendasi bahan bakar untuk melihat apakah ada batasan penggunaan etanol.
Jika kendaraan diproduksi sebelum tahun 2010, Anda disarankan untuk lebih sering memeriksa kondisi tangki dan selang bensin.
Pastikan tidak ada komponen karet yang melunak atau logam yang mulai berkarat akibat sifat kimiawi etanol.
Pengetahuan spesifikasi kendaraan sangat penting agar mesin tetap awet di era bahan bakar ramah lingkungan ini.***

Share this article
Mulai semester II 2026, seluruh SPBU di Jawa wajib jual bensin campur etanol 5% (E5) sesuai Permen ESDM 4/2025. BBM ini ramah lingkungan & aman buat kendaraan modern, tapi berisiko korosi bagi mesin.