Internasional

Berkaca dari Vietnam, Apa Saja Model Kendaraan yang Tidak Kompatibel dengan Bensin E10?

Oleh: Katarina Erlita Jumat 12 Jun 2026, 19:32 WIB
Mobil Mercedes Benz. (Sumber: Pexels/Mike Bird)

AYOJAKARTA.COM - Transisi menuju energi hijau global terus berjalan secara bertahap.

Salah satu langkah yang diambil adalah penggunaan bensin E10 yang memiliki kandungan etanol 10 persen.

Meski ramah lingkungan, bahan bakar ini ternyata tidak cocok untuk semua jenis mesin kendaraan.

Berkaca dari pengalaman di Vietnam, khususnya di Provinsi Ca Mau, masyarakat mulai beralih ke biofuel.

Namun, para produsen otomotif memberikan peringatan keras mengenai efek samping E10 pada mesin tertentu.

Kendaraan dengan sistem karburator atau mesin tua memiliki risiko ketidakcocokan yang cukup tinggi.

Kandungan etanol yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan endapan atau masalah pada saluran bahan bakar jika tidak dirawat dengan benar.

Daftar Model Kendaraan yang Perlu Diwaspadai

Beberapa merek otomotif ternama merilis daftar model yang tidak kompatibel dengan bensin E10.

Dari kategori mobil, Mercedes-Benz menyatakan model C200 CGI (W203) dan CLK 200 CGI (C209) produksi tahun 2001 hingga 2005 tidak cocok dengan bahan bakar ini.

Produsen asal Jerman ini juga memperingatkan seluruh model produksi sebelum tahun 1990 yang masih memakai karburator.

Untuk Mitsubishi, mesin injeksi elektronik (MPI/EFI) lansiran 1997 ke atas memang aman.

Namun, model lama seperti L300, Pajero V31, Jolie, dan Proton Wira produksi 1995-2003 status kompatibilitasnya belum dipastikan sepenuhnya.

Di segmen roda dua, Yamaha merekomendasikan motor karburator produksi sebelum tahun 2017 untuk tetap menggunakan bensin E5.

Suzuki juga mencatat beberapa model sepeda motor seperti Viva 110, Smash, Revo, dan Hayate memerlukan pemeriksaan serta perawatan rutin pada sistem bahan bakarnya jika nekat menggunakan E10.

Selain itu, pengguna motor lawas seperti Honda Future sebelum 2010 dan skuter Honda Click tahun 2008 disarankan menghindari E10 guna mencegah kerusakan mesin.

Risiko Teknis dan Pentingnya Kontrol Kualitas

Kandungan etanol yang tinggi pada E10 memiliki sifat menyerap air. Jika kelembapan menumpuk, risiko pemisahan air (water separation) di dalam tangki akan mengganggu kinerja mesin.

Guna mengantisipasi dampak buruk bagi konsumen, pemerintah daerah di Vietnam melakukan pengawasan ketat di SPBU untuk memastikan kualitas takaran dan kandungan bahan bakar.

Intervensi tegas ini dinilai krusial dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap energi bersih.

Dilansir dari vietnam.vn, Le Viet Binh, Wakil Kepala Departemen Standar, Metrologi dan Mutu Provinsi Ca Mau, menegaskan hal ini.

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita