AYOJAKARTA.COM - Indonesia bersiap menyambut jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) baru bernama bensin E5 pada Juli 2026.
Langkah mandatori dari Kementerian ESDM ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian energi nasional.
Namun, banyak masyarakat yang masih bingung membedakan antara bensin bioetanol E5 dengan biodiesel.
Meskipun keduanya termasuk Bahan Bakar Nabati (BBN), kedua jenis BBM alternatif ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Berikut adalah tiga perbedaan utamanya:
1. Sumber Bahan Baku
- Bioetanol E5: Dibuat dari fermentasi gula atau pati tanaman. Bahan baku lokal yang digunakan di Indonesia berasal dari tetes tebu (molase) dan jagung, serta direncanakan menggunakan singkong di masa depan.
- Biodiesel: Diproduksi dari minyak nabati atau lemak hewani. Di Indonesia, bahan baku utamanya memanfaatkan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO).
2. Penggunaan pada Jenis Mesin
- Bioetanol E5: Merupakan campuran bensin dengan 5% bioetanol. Bahan bakar ini khusus digunakan untuk kendaraan dengan mesin bensin.
Biodiesel: Merupakan campuran bahan bakar nabati dengan solar. Bahan bakar ini dikembangkan khusus untuk kendaraan dengan mesin diesel.
3. Proses Produksi
- Bioetanol E5: Diproduksi melalui proses fermentasi biomassa dengan bantuan mikroorganisme, yang kemudian dilanjutkan dengan proses distilasi.
- Biodiesel: Diproduksi melalui reaksi kimia yang disebut transesterifikasi atau metanolisis. Proses ini mereaksikan minyak nabati dengan metanol dan bantuan katalis basa untuk menghasilkan Fatty Acid Methyl Ester (FAME).
Keunggulan Bensin E5 untuk Kendaraan
Bensin E5 dirancang memiliki angka oktan tinggi, yaitu RON 95. Penggunaan campuran 5% bioetanol ini memberikan banyak dampak positif bagi performa mesin kendaraan:
- Suhu Mesin Lebih Stabil: Bioetanol memiliki sifat pendinginan yang baik. Karakteristik ini efektif menjaga suhu operasional mesin tetap rendah dan mencegah keausan komponen akibat panas berlebih.
- Mencegah Ketukan (Knocking): Angka oktan RON 95 meningkatkan ketahanan bahan bakar terhadap detonasi spontan. Mesin pun dapat bekerja lebih optimal tanpa risiko kerusakan ruang bakar.
- Pembakaran Lebih Bersih: Bioetanol mampu terbakar lebih sempurna dibandingkan bahan bakar fosil murni. Hal ini meminimalisir penumpukan residu karbon di dalam mesin sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.
- Sangat Aman Tanpa Modifikasi: Secara teknis, kendaraan di Indonesia saat ini sudah siap mengonsumsi campuran bioetanol hingga 20% (E20). Oleh karena itu, bensin E5 sangat aman digunakan langsung pada mesin bensin yang beredar sekarang.
Tahap awal distribusi mandatori bensin E5 ini akan difokuskan di wilayah Pulau Jawa, meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.***
Share this article
Juli 2026, RI rilis bensin E5 (RON 95) untuk mesin bensin berbahan tebu & jagung. Beda dengan biodiesel yang berbasis sawit untuk mesin diesel. E5 bikin mesin bensin lebih adem, bertenaga, dan bersih.