AYOJAKARTA.COM - Upaya untuk mengurangi dampak bau dari sampah, Kelurahan Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat lakukan uji coba pemanfaatan cairan eco lindi di depo sampah Jalan Duri Utara III pada Rabu, 3 Juni 2026.
Uji coba ini diketahui telah dilakukan selama 4 hari lamanya, dan dinilai bisa mengirangi aroma tak sedap di sekitar depo sampah tersebut.
Pemanfaatan cairan eco lindi ini merupakan tindaklanjut kerja sama sister city Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dengan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Tengah, yang telah berhasil mengimplementasikan penyemprotan cairan eco lindi untuk mengatasi bau sampah.

"Kami memiliki cairan eco lindi hingga 1.000 liter," ungkap Lurah Duri Utara, Ari Kurnia.
Lebih lanjut, Ari menjelaskan cairan eco lindi merupakan air lindi dicampur dengan cairan molase dan katalis berupa asam sulfat dari air aki. Cairan itu berfungsi mematikan bakteri jahat yang menimbulkan bau di tumpukan sampah.
Secara teknis, ia mengaku jajarannya telah mengujicobakan pemanfaatan penyemprotan cairan eco lindi ke Depo Sampah RW 02 Duri Utara, sejak Sabtu (30/5) lalu.
Kemudian, pada Selasa (2/6) kemarin, petugas PPSU bersama jajaran Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat dibantu satu unit alat berat shovel telah mengosongkan depo sebagai tahap lanjutan uji coba.
"Pemanfaatan cairan eco lindi yang disemprot ke tumpukan sampah selama ini bisa meminimalisir bau. Ini akan terus kita sempurnakan agar hasilnya bisa lebih maksimal," tuturnya.

Selama ini, lanjut Ari, pihaknya melakukan penyemprotan dua kali dalam sehari, yakni pada pagi hari dan saat loading sampah dengan menghabiskan sekitar 50 liter cairan eco lindi.
Menurut Ari, pemanfaatan cairan eco lindi ini sangat dibutuhkan untuk meminimalisir bau sampah, khususnya pada depo yang ada di tengah lingkungan permukiman padat penduduk.
"Penghilangan bau ini menjadi hal urgen yang harus dilakukan agar masyarakat tetap nyaman dan tidak terganggu," tegasnya.***