AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta mulai melakukan inventarisasi terhadap sejumlah titik yang berpotensi mengalami jalan amblas sebagai langkah pencegahan pascainsiden di Jalan Raya Lenteng Agung Jakarta Selatan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan pendataan tersebut dilakukan untuk memetakan kondisi infrastruktur bawah tanah, khususnya saluran air dan gorong-gorong yang telah berusia tua dan berpotensi mengalami kerusakan.
Menurutnya, upaya ini sangat penting dilakukan agar pemerintah dapat lebih cepat mengambil tindakan apabila ditemukan indikasi kerusakan pada struktur bawah jalan yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Rano juga mengatakan jika sejumlah saluran bawah tanah di Jakarta masih menggunakan material aramco yang rentan mengalami korosi seiring bertambahnya usia.

Ia menyampaikan bahwa pihak Dinas Simber Daya Air (SDA) sudah me-mapping Jakarta yang menggunakan armco itu di mana saja.
Pemprov DKI juga tak menutup kemungkinan kejadian jalan amblas serupa bisa kembali terjadi di masa mendatang.
Sebab, menurut Rano, banyak infrastruktur lama yang hingga kini masih digunakan dan belum seluruhnya diganti.
“Saya bilang tidak memungkiri di Jakarta akan terjadi lagi karena banyak sekali aramco-aramco di Jakarta juga pada kondisi yang sama, lama, tua, pasti keropos,” ungkap Rano.

Ia juga menyinggung adanya pipa-pia tua yang sudah digunakan selama puluhan tahun.
Bahkan ada pipa air yang tidak diganti hingga 100 tahun.
Oleh sebab itu, Pemprov DKI kini mulai melakukan pendataan untuk mengetahui lokasi-lokasi mana saja yang berisiko tinggi terjadi amblas agar dapat diantisipasi.
Pemetaan ini, menurut Rano, menjadi langkah penting agar pemerintah bisa bergerak cepat apabila ditemukan indikasi kerusakan pada saluran bawah tanah.***
Share this article
Upaya ini penting dilakukan agar pemerintah dapat lebih cepat mengambil tindakan jika ditemukan indikasi kerusakan pada struktur bawah jalan.