AYOJAKARTA.COM -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai salah satu terobosan strategis pemerintah untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Kelompok ini merupakan tumpuan harapan bangsa yang kelak memasuki usia produktif pada era Indonesia Emas 2045.
Sosialisasi MBG kembali digelar di Aula Masjid Daarul Muqorrobien, Kebayoran Baru, pada Sabtu, 8 November 2025, dengan melibatkan tokoh-tokoh penting dan masyarakat setempat.
Agenda ini menjadi momentum edukasi sekaligus penguatan partisipasi publik dalam mendukung program gizi nasional.
Acara sosialisasi ini dihadiri oleh sejumlah figur penting, di antaranya:
1. Surya Utama, Anggota Komisi IX DPR RI
2. Astrid Margareta, Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta
3. Anyelir Puspa Kemala, Tenaga Ahli Direktorat Promosi Badan Gizi Nasional
Dalam sambutannya, Surya Utama menegaskan bahwa MBG merupakan bukti nyata perhatian pemerintah dalam menyiapkan generasi muda yang sehat, kuat, dan berdaya saing.
“Kita harus bangga menjadi warga Indonesia, dan mewujudkan Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari hal sederhana yaitu mengubah perilaku hidup sehat,” ujarnya.
“Dengan pola gizi yang baik dan asupan makanan bergizi, anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, cerdas, dan berkarakter,” tambah Surya.
Surya menambahkan bahwa dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG sangat penting agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas dan berkelanjutan.
Sementara itu, Astrid Margareta menegaskan bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
“Program Makan Bergizi Gratis ini adalah langkah strategis pemerintah dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Astrid.
“Saya berharap pelaksanaannya bisa merata di seluruh Indonesia, sehingga anak-anak mendapatkan asupan bergizi dan tumbuh menjadi generasi pintar serta berakhlak baik,” lanjutnya.
Astrid juga mengimbau masyarakat untuk mendukung penuh program ini dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
“Mari kita bergandengan tangan demi masa depan anak-anak kita,” tambahnya.
Sementara itu, Anyelir Puspa Kemala memaparkan bahwa program MBG hadir sebagai solusi terhadap berbagai persoalan gizi nasional, seperti stunting, anemia, dan ketimpangan akses pangan.
“Program ini tidak hanya berfokus pada aspek gizi, tetapi juga menyentuh bidang pendidikan, kemiskinan, dan ekonomi,” ungkapnya.
“MBG membantu membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan memastikan setiap anak mendapat makanan bergizi sesuai standar yang telah ditetapkan,” terangnya.
Dengan sosialisasi yang terus dilakukan di berbagai daerah, diharapkan program MBG mampu memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.