AYOJAKARTA.COM - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan pihaknya telah menyiapkan mitigasi keracunan dalam program makan bergizi gratis (MBG) untuk lansia dan disabilitas.
Sebab, belajar dari pengalaman bahwa banyak korban keracunan yakni siswa-siswi yang mengkonsumsi menu MBG.
Oleh sebab itu, Gus Ipul mengantisipasi terjadinya risiko keracunan makanan dengan merancang mekanisme mitigasi, apa saja?
Nantinya, menu program MBG untuk lansia dan disabilitas ini akan dimasak oleh kelompok masyakarat dalam skala kecil, yakni rata-rata untuk 62 lansia.
Menu tersebut nantinya akan dimasak setiap pagi hari dan langsung disitribusikan dalam keadaan hangat.
Kelompok masyarakat juga diwajibkan untuk mencicipi menu terlebih dahulu sebelum didistribusikan kepada lansia dan disabilitas.
Pada dapur MBG akan ada petugas khusus untuk memberi pembinaan rutin tentang sanitasi dan standar dapur MBG.
Petugas juga akan ditugaskan untuk mendampingi dan mengawasi kelompok masyarakat yang bekerja.
Di sisi lain, nantinya pelaksanaan MBG lansia dan disabilitas ini bisa dipantau melalui aplikasi SIKS-MA.
Gus Ipul juga mengatakan pihaknya akan meminta saran kepada puskesmas daerah untuk pilihan menu bagi lansia dan disabilitas.
Adapun anggaran per porsi sebesar Rp 15 ribu dengan tiap penerima mendapat dua kali makan setiap hari.***
Share this article
Menteri Sosial menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan mekanisme mitgasi keracunan program MBG lansia dan disabilitas, seperti apa?