AYOJAKARTA.COM - Siap hadapi cuaca ekstrem berbagai langkah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Musim hujan sendiri diprediksi BMKG akan terjadi sangat intens mulai November 2025 hingga Februari 2026.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati yang menyebutkan musim hujan di Indonesia diprediksi berlangsung dari Agustus 2025 hingga April 2026.
Namun, puncak hujan daerah berbeda-beda dengan puncak hujan yang bervariasi,untuk wilayah Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua akan terjadi pada Januari-Februari 2026.
Dengan intensitas yang cukup tinggi selama 4 bulan lamanya, tentu berbagai persiapan harus dilakukan pemerintah.
Berbagai tindakan yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk antisipasi musim hujan ini mulai dari menyiapkan 560 pompa stasioner di 191 lokasi dan 627 pompa bobile di 5 wilayah administrasi.
Selain itu 7 rumah pompa dan pintu air disiagakan untuk antisipasi banjir rob di kawasan pesisir DKI Jakarta.
Melakukan peremajaan pohon tua di berbagai titik wilayah DKI Jakarta yang bisa berbahaya jika hujan disertai angin kencang.
Hujan disertai angin hujan beberapa waktu lalau pun sempat merenggut korban akibat pohon tumbang.
Setidaknya 2 korban meninggal dunia akibat tragedi naas ini.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Find X9 Pro, Smartphone Terbaik Oppo Tahun 2025
Terkini, Pramono ANung pun diketahui melakukan modifikasi cuaca sejak 5 hingga 10 November 2025.
Hal ini sebagai langkah antisipasi agar mengurangi curah hujan tinggi yang bisa menyebabkan banjir di berbagai wilayah. ***