Metropolitan

Soal Tuntutan Buruh Minta UMP DKI 2026 jadi Rp6 Juta, Ini Kata Pramono Anung

Oleh: Desi Kris Senin 17 Nov 2025, 20:14 WIB
Ilustrasi. UMP DKI 2026 (Sumber: bi.go.id)

AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal tuntutan buruh terkait UMP DKI 2026.

Diketahui, serikat buruh telah melakukan aksi demo soal UMP 2026 di depan Gedung Balai Kota Jakarta, Senin (17/11).

Dalam aksi demo tersebut, serikat buruh menuntut UMP DKI 2026 naik sebesar 11 persen alias menjadi Rp6 juta yang sebelumnya Rp5,4 juta.

Merespons tuntutan itu, Pramono mengatakan bahwa saat ini UMP 2026 masih dalam tahap pembahasan.

Baca Juga: Kemenhaj Dorong UMKM Lokal Dalam Pemenuhan Konsumsi Haji 2026

Setelah pembahasan selesai, Pram baru bisa menentukan berapa nilai UMP DKI 2026.

Selama pemerintah masih melakukan pembahasan dan belum menyampaikan pengumuman, Pram tidak bisa menentukan berapa UMP DKI 2026.

Sebelumnya, serikat buruh mengaku jika telah mendapat bocoran dari perwakilan di Dewan Pengupahan Nasional bahwa UMP 2026 cuma naik 5,8 persen.

Angka tersebut tentu lebih kecil dari kenaikan UMP 2025.

Untuk diketahui, pemerintah disebut akan mengumumkan secara resmi UMP 2026 pada 21 November 2025.

Baca Juga: Menhaj Tegaskan Prinsip Pembagian Kuota Haji Reguler 2026 Berkeadilan dan Proporsional

Namun, jika kenaikan UMP 2026 tidak sesuai harapan, para buruh akan kembali melakukan aksi demo.

Sebelumnya, buruh menuntut kenaikan UMP 2026 sebesar 8,5 persen sampai 10,5 persen.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris