AYOJAKARTA.COM - 24 federasi serikat buruh se Jakarta mendesak untuk bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Hal ini dilakukan guna mambahas kenaikan upah minimum provinsi atau UMP 2026 di Jakarta.
Seperti diketahui, serikat buruh telah melakukan aksi demo di depan gedung Balai Kota Jakarta, Senin (17/11).
Mereka menuntut kenaikan UMP 2026 adalah sebesar 11 persen.
Selain itu, serikat buruh juga meminta agar upah minimum sektoral provinsi (UMSP) sektor logistik dimasukkan dalam standar penghitungan upah.
"Ya setidaknya naik UMP Jakarta dari Rp 5,4 juta menjadi Rp 6 juta," ujar Bendahara Federasi Serikat Buruh Kimia Industri Umum Farmasi dan Kesehatan-Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSB KIKES KSBSI), Taufik saat aksi demo.
Di sisi lain, serikat demo juga mengaku mendapat bocoran dari perwakilan di Dewan Pengupahan Nasional jika UMP 2026 hanya naik 5,8 persen.
Tentu saja angka itu lebih rendah dibanding kenaikan UMP 2025 yang sebesar 6,6 persen.
Baca Juga: Gubernur Pramono Tegas Larang Ondel-ondel Digunakan Untuk Ngamen, Ini Alasannya
Akibatnya, para buruh pun berencana menggelar aksi lanjutan setelah pengumuman UMP 2026 secara nasional jika tidak sesuai tuntutan mereka.
Rencananya, pemerintah akan mengumumkan keputusan final UMP 2026 pada 21 November 2025.
Sebelumnya, para buruh meminta agar UMP 2026 ini naik sekitar 8,5 persen sampai 10,5 persen.
Di sisi lain, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sempat menyampaikan bahwa UMP 2026 akan naik sebesar 6,5 persen sama dengan kenaikan UMP 2025.***

Share this article
Serikat Buruh Jakarta desak UMP 2026 Jakarta jadi Rp6 juta, akan lakukan aksi lanjutan jika tidak sesuai.