Metropolitan

MRT Jakarta Resmi Luncurkan Program 'Menjahit Perjalanan', Apa Itu?

Oleh: Desi Kris Kamis 04 Des 2025, 11:51 WIB
MRT Jakarta Luncurkan Program 'Menjahit Perjalanan' (Sumber: jakartamrt.co.id)

AYOJAKARTA.COM - PT MRT Jakarta resmi meluncurkan program “Menjahit Perjalanan: Merayakan Perjalanan, Menyatukan Kota, dan Menghidupkan Karya”, Rabu (3/12).

Program Menjahit Perjalanan ini adalah inisiatif keberlanjutan melalui daur ulang seragam bekas milik karyawan MRT Jakarta dan pakaian bekas milik masyarakat.

Hasil produk tersebut nantinya bisa igunakan oleh masyarakat perkotaan untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Mulai dari tas sepatu, pouch, card holder, lanyard, gantungan kunci, dan hasil kerajinan tangan lainnya.

Baca Juga: 6 Artis Terkenal yang Beri Sumbangan untuk Korban Banjir di Pulau Sumatera, Ada yang Jumlahnya Fantastis hingga Rp10,3 Miliar

Peluncuran program ini digelar di Creative Hall, Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta, yang dihadiri oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat serta komunitas penyandang disabilitas dan masyarakat sekitar Stasiun Blok A.

Program ini diluncurkan tepat dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional kemarin.

"Ini merupakan salah satu inisiatif PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam merespons isu keberlanjutan baik aspek sosial maupun lingkungan. Bersama Yayasan Teman Hebat Berkarya, kami “menghidupkan” kembali seragam bekas milik karyawan dan pakaian bekas milik masyarakat menjadi berbagai macam produk seperti tas sepatu, gantungan kunci, card holder, dan pouch,” ungkap Tuhiyat, dikutip dari laman jakartamrt.co.id.

Baca Juga: Gubernur Herman Deru Lepas 23 Armada Bantuan Kemanusiaan Senilai Rp2,65 Miliar

Tuhiyat mengatakan masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi dalam program ini bisa menyerahkan pakaian bekas pakainya ke dropbox yang sudah ditentukan.

Lokasi dropbox tersebut ada di Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta, Bendungan Hilir, Blok M BCA, dan Lebak Bulus.

Melalui program ini, emisi karbon dapat berkurang hingga lebih dari 10 ton CO2e per tahun.

Hal ini tentunya dapat mencegah lebih dari 1.000 potong seragam perusahaan per tahun berakhir ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau dibakar, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan pemberdayaan masyarakat di sekitar stasiun Blok A dan teman-teman penyandang disabilitas.

Selain itu, MRT Jakarta juga mengajak masyarakat Jakarta untuk mendukung zero waste dan program circular fashion berbasis seragam dan pakaian bekas.

Baca Juga: Rincian Santunan untuk Korban Bencana di Aceh-Sumut-Sumbar, Bagi yang Wafat Bisa Dapat Rp15 Juta

Melalui program ini, seragam dan pakaian bekas akan dipilah dan dikelola ke dalam 3 hal, yaitu:

1. Upcycle: untuk mengolah pakaian bekas menjadi karya kreatif oleh komunitas disabilitas.

2. Thrift sale: untuk mengalokasikan hasil pemilahan untuk kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan disabilitas.

3. Penyaluran untuk memberikan hasil karya kepada masyarakat dan lembaga yang membutuhkan.

Menariknya lagi, produk daur ulang tersebut nantinya akan diluncurkan sebagai official merchandise MRT Jakarta dan dapat dijual kembali oleh Yayasan Teman Hebat Berkarya sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi lokal.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris