AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan capaian realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD Tahun 2025.
Dalam paparannya, Pramono menunjukkan bahwa kinerja ekonomi ibu kota tetap terjaga kuat di tengah berbagai tantangan nasional maupun global.
Hal ini tercipta dengan capaian investasi dan pengelolaan fiskal yang melampaui target.
"Perekonomian DKI Jakarta tetap terjaga dengan baik," ujar Pramono dikutip dari beritajakarta.id.
Di tengah dinamika perekonomian global nasional saat ini, perekonomian ibu kota bisa terjaga dengan baik.
Inflasi, aktivitas ekonomi berkelanjutan, serta iklim investasi dalam kondisi kondusif.
Menurutnya, ekonomi Jakarta saat ini berhasil tumbum stabil dengan dukungan kebijakan fiskal yang berdampak nyata.
Yakni dengan pertumbuhan kumulatif 5,03 peresen.
Baca Juga: Naik 66 Peringkat! DKI Jakarta Ranking 24 sebagai Kota Termacet di Dunia Tahun 2025!
Bank Indonesia (BI) pun memproyeksikan pada tahun 2025 Jakarta bisa tumbuh 4,6 sampai 5,4 persen.
Ia juga memaparkan bahwa sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi salah satu sektor yang tumbuhnya paling tinggi yakni 9,79 persen, dengan kontribusi kurang lebih 5,13 persen.
Hingga akhir tahun pada 31 Desember 2025, APBD DKI Jakarta dengan nilai Rp91,86 triliun bisa terealisasi dengan baik.
Hal ini merupakan bentuk komitmen Pemprov DKI Jakarta terhadap transparansi dan akuntabilitas publik.
Di sisi lain, kepercayaan investor kepada Pemprov DKI juga cukup kuat dan terlihat dari angka inflasi Jakarta 2,63 berada di bawah inflasi nasional 2,92.
Sedangkan untuk realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp270,9 triliun.***