AYOJAKARTA.COM - Pembangunan tahap awal Proyek Strategis Nasional (PSN) Giant Sea Wall (GSW) direncakanan akan dilakukan pada September 2026.
Untuk tahap awal pembangunan GSW anggaran akan dibebankan kepada Pemprov DKI Jakarta.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti yang menyebutkan bahwa proyek ini akan dilakukan oleh berbagai pihak seperti Kementerian PU, Pemprov DKI hingga Badan Otoria Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ).
Baca Juga: Naik 66 Peringkat! DKI Jakarta Ranking 24 sebagai Kota Termacet di Dunia Tahun 2025!
"Anggarannya bermacam-macam, tapi kalau yang dalam waktu dengan mungkin dari anggaran DKI," ujarnya dikutip ayojakarta.com dari keterangan resmi pada Rabu, 21 Januari 2026.
Lebih lanjut Diana menyebutkan bahwa pengerjaan GSW akan dilakukan secara bertahap terlebih ini merupakan proyek yang besar.
Sebagai informasi untuk tahapan awal fokus pembangungan akan dilakukan untuk kawaswaan nelayan dan penguatan ekosistem seperti penanaman mangrove.
Baca Juga: Bobibos Segera Launching Perdana di Timor Leste, Kondisi Mesin Tua di Pabrik Jadi Sorotan
Proyek Giant Sea Wall diperkiraan akan memiliki biaya sekitar 80 milliar US dollar atau kurang lebih diangka Rp1,3 kuadriliun.
GSW adalah tanggul laut raksasa yang dibangun di pesisir utara Pulau Jawa yang membentang dari Banten hingga Gresik (Jawa Timur).***

Share this article
Pembangunan tahap awal Proyek Strategis Nasional (PSN) Giant Sea Wall (GSW) direncakanan akan dilakukan pada September 2026, anggaran tahap awal dari Pemprov DKI Jakarta.